Monday, February 25, 2008
Tuesday, February 19, 2008
Try Out I JSIT Indonesia
SDIT Darul Abidin Kota Depok kembali mengikuti kegiatan try out. pada kali ini soal berasal dari JSIT Idonesia. mata pelajaran yang diujikan adalah B.Indonesia, Matematika dan IPA, karena mata pelajaran tersebut merupakan mata pelajaran yang diujikan pada UASBN(Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional)Hal ini bertujuan membiasakan siswa-siswi mengerjakan soal secara teknis dan membiasakan menemukan jenis-jenis soal sesuai indikator yang lebih variatif.mudah-mudahan hasilnya cukup intimewa
Tuesday, February 12, 2008
"Kebiasaan Menonton TV "hasil karya Reza Qorib (SDIT Darul Abidin)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Anak merupakan kelompok pemirsa yang paling rawan terhadap dampak negatif siaran TV. Data tahun 2002 mengenai jumlah jam menonton TV pada anak di Indonesia adalah sekitar 30-35 jam/minggu atau 1560-1820 jam/ tahun . Angka ini jauh lebih besar dibanding jam belajar di sekolah dasar yang tidak sampai 1000 jam/tahun. Tidak semua acara TV aman untuk anak. Bahkan, “Kidia” mencatat bahwa pada 2004 acara untuk anak yang aman hanya sekira 15% saja, oleh karena itu harus betul-betul diseleksi. Saat ini jumlah acara TV untuk anak usia prasekolah dan sekolah dasar perminggu sekitar 80 judul yang ditayangkan dalam 300 kali penayangan selama 170 jam. Padahal dalam seminggu ada 24 jam x 7 = 168 jam. Selain sudah sangat berlebihan, acara untuk anak juga banyak yang tidak aman. Sayangnya banyak tayangan TV yang sama sekali tak baik bagi perkembangan anak. Sebuah penelitian regional yang melibatkan anak-anak Kanada, Australia, Amerika dan Indonesia dalam hal menonton televisi mendapatkan hasil menarik. Anak Indonesia adalah penonton TV terlama, disusul Amerika, Australia dan paling rendah Kanada. Hal ini tak lepas dari perubahan gaya hidup masa kini yang dianut sebagain besar orang tua di Indonesia: Sibuk bekerja, pengasuhan anak diserahkan kepada pengasuh serta berbagai faktor lain yang mengiringi.
Menonton televisi tampaknya membawa dampak negatif pada perkembangan anak dibanding dampak positif. Dari televisi anak-anak dapat menyaksikan semua tayangan, bahkan termasuk yang belum layak ditonton anak, mulai kekerasan dan kehidupan seks. Rata-rata anak usia 2 sampai 11 tahun menonton lebih dari 27 jam siaran televisi per minggu yang tidak diawasi dengan baik, karena kegiatan lain dari anak-anak diluar nonton televisi hanya tidur, dan karena kita yakin bahwa kebanyakan orang tua tidak sadar akan kebebasan media yang kurang baik atas anak-anak.
Berdasarkan informasi di atas penulis merasa tertarik untuk mengetahui kebiasaan menonton televisi pada anak sekolah dasar dengan langsung melakukan survei. Pada survei ini penulis memilih SDIT darul Abidin sebagai tempat melaksanakan survei, karena alasan kepraktisan dan kemudahan dalam melaksanakan survei.
1.2. Tujuan Pembahasan
Dalam karya tulis ini penulis membahas:
1. Waktu kebiasaan menonton televisi
2. Acara kegemaran dalam menonton televisi
3. Jarak menonton televisi di rumah
4. Kebiasaan main game
1.3. Ruang Lingkup Masalah
Ruang lingkup karya tulis ini mengenai ”Kebiasaan Siswa Kelas 5 & 6 SDIT Darul Abidin menonton televisi. Pada survei ini tidak membahas dampak positif dan negatif menonton televisi terhadap hasil belajar siswa SDIT Darul Abidin. Penulis hanya membatasi membahas kebiasaan menonton televisi dan juga ingin mengetahui pengetahuan siswa mengenai dampak positif dan negatif dari menonton televisi.
1.4. Sumber Data
Populasi : Siswa kelas 5 dan kelas 6 SDIT Darul Abidin
Sampel : Siswa kelas 5 Madinah dan siswa kelas 6 Madinah SDIT
Darul Abidin
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengaruh Media Terhadap Anak
Pengaruh Media terhadap anak makin besar, teknologi semakin canggih dan intensitasnya semakin tinggi. Padahal orangtua tidak punya waktu yang cukup untuk memerhatikan, mendampingi & mengawasi anak. Anak lebih banyak menghabiskan waktu menonton Televisi ketimbang melakukan hal lainnya. Selama menonton Televisi anak mempelajari kekerasan dalam menyelesaikan masalah. Anak lebih suka duduk di rumah dan menonton, bukannya bermain di luar dan berolahraga. Hal ini menjauhkan anak dari pelajaran-pelajaran hidup yang penting, seperti bagaimana cara berinteraksi dengan teman sebaya, belajar cara berkompromi dan berbagi di dunia yang penuh dengan orang lain.
Acara televisi bisa dikelompokkan dalam 3 kategori yaitu:
1. Acara yang ‘Aman’: tidak banyak mengandung adegan kekerasan, seks, dan mistis. Acara ini aman karena kekuatan ceritanya yang sederhana dan mudah dipahami. Anak-anak boleh menonton tanpa didampingi.
2. Acara yang ‘Hati-hati’: isi acara mengandung kekerasan, seks dan mistis namun tidak berlebihan. Tema cerita dan jalan cerita mungkin agak kurang cocok untuk anak usia SD sehingga harus didampingi ketika menonton.
3. Acara yang “Tidak Aman”: isi acara banyak mengandung adegan kekerasan, seks, dan mistis yang berlebihan dan terbuka. Daya tarik yang utama ada pada adegan-adegan tersebut. Sebaiknya anak-anak tidak menonton acara ini.
2.2. PENGARUH NEGATIF MENONTON TELEVISI PADA ANAK
1. Berpengaruh terhadap perkembangan otak anak usia 0-3 tahun.
Dapat menimbulkan gangguan perkembangan bicara, menghambat kemampuan membaca-verbal maupun pemahaman. Juga, menghambat kemampuan anak dalam mengekspresikan pikiran melalui tulisan, meningkatkan agresivitas dan kekerasan dalam usia 5-10 tahun, serta tidak mampu membedakan antara realitas dan khayalan.
2. Mendorong anak menjadi konsumtif.
Menurut taksiran, rata-rata anak menonton 20.000 info komersil per tahun. Tidak seperti anak dewasa yang sering mematikan suara info komersil, namun anak-anak menyukai iklan TV. Mereka suka apa yang akan diucapkan bahkan terpengaruh terhadap iklan yang ditayangkan. Anak-anak merupakan target pengiklan yang utama sehingga mendorong mereka menjadi konsumtif.
3. Kekerasan dan Sifat Agresif
Dr. Jay Martin dari Universitas Southern California menemukan bahwa "dalam studi beberapa tahun atas 732 anak, konflik dengan orang tua, perkelahian sesama anak, dan kejahatan remaja, ternyata ada korelasinya dengan jumlah jam menonton televisi".
4. Mengurangi semangat belajar.
Bahasa televisi simpel, memikat, dan membuat ketagihan sehingga sangat mungkin anak menjadi malas belajar. Terdapat bukti bahwa terlalu banyak menonton televisi berdampak buruk pada keberhasilan prestasi sekolah. Menurut Dr. Hardiono D. Pusponegoro, SpA (K) mengutip hasil penelitian Hancox RJ. Association of Television Viewing During Childhood with Poor Educational Achievement. Arch Pediatr Adolesc Med 2005, bahwa menonton TV saat masa anak dan remaja berdampak jangka panjang terhadap kegagalan akademis umur 26 tahun. Sedangkan penelitian lain mengenai pengaruh TV terhadap IQ anak didapatkan hasil bahwa anak di bawah 3 tahun yang rajin menonton televisi setiap jamnya ternyata hasil uji membaca turun, uji membaca komprehensif turun, juga memori. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa menonton TV pada anak di bawah 3 tahun hanya membawa lebih banyak dampak buruk dibanding efek baiknya. Anak yang sering menonton TV juga mengalami masalah pada pola tidurnya, seperti terlambat tidur, kurang tidur bahkan tak bisa tidur, cemas tanpa sebab, terbangun malam dan mengantuk pada siang hari.
5. Membentuk pola pikir sederhana.
Terlalu sering menonton TV dan tidak pernah membaca menyebabkan anak akan memiliki pola pikir sederhana, kurang kritis, linier atau searah dan pada akhirnya akan mempengaruhi imajinasi, intelektualitas, kreativitas dan perkembangan kognitifnya. Dr. Hardiono memaparkan, hanya dari menonton televisi saja otak kehilangan kesempatan mendapat stimulasi dari kesempatan berpartisipasi aktif dalam hubungan sosial dengan orang lain, bermain kreatif dan memecahkan masalah. Selain itu TV bersifat satu arah, sehingga anak kehilangan kesempatan mengekplorasi dunia tiga dimensi serta kehilangan peluang tahapan perkembangan yang baik.
6. Berkurangnya Permainan Imaginatif & Kreativitas Anak.
Sedikit orang dewasa yang menyadari bahwa televisi sepenuhnya mengubah bagaimana anak menghabiskan waktu mereka. Anak-anak di waktu yang lalu menghabiskan banyak waktu mereka dengan bermain dan cari tahu situasi luar sekitar mereka. Dewasa ini, anak-anak menghabiskan waktu dengan mata mereka di depan televisi dan duduk diam di ruang keluarga. Dengan adanya TV, anak-anak jadi kurang bermain, mereka menjadi manusia-manusia yang individualistis dan sendiri. Anak-anak yang seharusnya ke luar rumah untuk mengalami kotor dan capek bermain, hanya jadi menggerakkan kelopak mata mereka ketika duduk berjam-jam di depan pesawat televisi. Ada bukti yang menunjukkan bahwa televisi mempengaruhi kemampuan menyenangkan diri sendiri dan melumpuhkan kemampuan mengemukakan pendapatnya secara logis dan sensitif. Setiap kali mereka merasa bosan, mereka tinggal memencet remote control dan langsung menemukan hiburan. Sehingga waktu liburan, seperti akhir pekan atau libur sekolah, biasanya kebanyakan diisi dengan menonton TV. Mereka seakan-akan tidak punya pilihan lain karena tidak dibiasakan untuk mencari aktivitas lain yang menyenangkan. Ini membuat anak tidak kreatif.
7. Meningkatkan kemungkinan obesitas (kegemukan).
Kita biasanya tidak berolahraga dengan cukup karena kita biasa menggunakan waktu senggang untuk menonton TV, padahal TV membentuk pola hidup yang tidak sehat. Penelitian membuktikan bahwa lebih banyak anak menonton TV, lebih banyak mereka mengemil di antara waktu makan, mengonsumsi makanan yang diiklankan di TV dan cenderung memengaruhi orangtua mereka untuk membeli makanan-makanan tersebut. Anak-anak yang tidak mematikan TV sehingga jadi kurang bergerak beresiko untuk tidak pernah bisa memenuhi potensi mereka secara penuh. Selain itu, duduk berjam-jam di depan layar membuat tubuh tidak banyak bergerak dan menurunkan metabolisme, sehingga lemak bertumpuk, tidak terbakar dan akhirnya menimbulkan kegemukan. Dr. Robert Klesges, seorang peneliti pada Memphis State University menemukan bahwa anak-anak yang menonton TV cenderung menghabiskan lebih sedikit kalori per menit -- tidak hanya lebih sedikit dari mereka yang membaca atau "tidak melakukan apa-apa" -- kenyataannya, se-sedikit kalori yang digunakan oleh anak-anak yang tidur." Semakin berat badan seorang anak, semakin serius pengaruhnya. Dr. Klesges menyarankan dengan jelas. "Kelihatannya bijaksana bagi orang yang memiliki masalah berat badan untuk mengurangi waktu mereka didepan pesawat televisi dan melakukan sesuatu yang lebih membutuhkan.". Dr. Endang Darmoutomo, MS, SpGK, dalam seminar yang diselenggarakan 'Dancow Parenting Center' beberapa waktu lalu mengungkapkan kecenderungan menonton tv terlalu lama akan meningkatkan angka obesitas pada anak-anak. Satu jam nonton tv misalnya, akan meningkatkan obesitas sebesar 2%, karena anak yang menonton televisi . lebih banyak ngemil dan tak melakukan aktivitas olah tubuh. Hal yang sama berlaku bagi anak yang lebih suka bermain games atau komputer dibanding anak yang bermain-main di luar bersama teman-teman. "Saat nonton tv atau main game, terjadi ketidakseimbangan energi yang masuk dan yang digunakan. Saat anak nonton tv, kalori yang dibakar hanya 36 kkal/jam, padahal apa yang dia konsumsi jauh melebihi kalori yang digunakan. Obesitas tak hanya berdampak buruk bagi kesehatan karena mengundang berbagai penyakit seperti hipertensi, diabetes, gangguan sendi, penyakit jantung koroner hingga stroke saat anak dewasa, namun juga dapat mengganggu psikologis anak. obesitas akan terbawa saat anak dewasa jika tak ditangani secara baik. Mungkin ia akan merasa malu, rendah diri, bahkan merasa tak berharga karena memiliki tubuh 'berbeda' dibanding teman-teman di lingkungannya.
8. Berkurangnya Waktu Bersama Keluarga dan Berkomunikasi
Kebanyakan anak kita menonton TV lebih dari 4 jam sehari sehingga waktu untuk bercengkrama bersama keluarga biasanya ‘terpotong’ atau terkalahkan dengan TV. 40% keluarga menonton TV sambil menyantap makan malam, yang seharusnya menjadi ajang ’berbagi cerita’ antar anggota keluarga. Sehingga bila ada waktu dengan keluarga pun, kita menghabiskannya dengan mendiskusikan apa yang kita tonton di TV. Rata-rata, TV dalam rumah hidup selama 7 jam 40 menit. Yang lebih memprihatinkan adalah terkadang masing-masing anggota keluarga menonton acara yang berbeda di ruangan rumah yang berbeda. Suatu studi Michigan State University menunjukkan "ketika anak berumur empat dan lima tahun dimana mereka ditawarkan pilihan antara berhenti nonton televisi atau tanpa bersama ayah mereka, sepertiga memilih lebih baik tanpa bersama ayah". Dalam studi yang lain dikatakan, "rata-rata anak umur lima tahun menghabiskan waktu hanya 25 menit seminggu bercengkerama dengan ayah mereka tapi 25 jam seminggu berinteraksi dengan TV." Orangtua sering menyesal tidak dapat menyediakan waktu cukup untuk anak-anak mereka. Tapi "dua pertiga" berkata mereka mungkin akan menerima pekerjaan yang menawarkan gaji lebih tinggi atau prestise lebih besar kendati hal itu menyebabkan mereka berada lebih banyak di luar rumah. " Terjepit dalam waktu yang membatasi jumlah jam untuk interaksi keluarga, sama masalahnya adalah rata-rata penyalahgunaan TV oleh keluarga. Dengan kata-kata yang agak keras seorang penulis, "Orangtua telah menyalahgunakan anak-anak untuk keuntungan mereka dengan membuat TV menjadi seperti pengasuh anak (baby sitter)." Orang tua mereka tidak lagi berusaha menyediakan waktu untuk mereka. Kenyataannya, acara TV yang tidak bisa diatur dengan baik telah menjadi kesukaran utama dalam membina hubungan yang baik pada jutaan rumah orang Amerika
9. Matang secara seksual lebih cepat.
Banyak sekali sekarang tontonan dengan adegan seksual ditayangkan pada waktu anak menonton TV sehingga anak mau tidak mau menyaksikan hal-hal yang tidak pantas baginya. Dengan gizi yang bagus dan rangsangan TV yang tidak pantas untuk usia anak, anak menjadi balig atau matang secara seksual lebih cepat dari seharusnya. Dan sayangnya, dengan rasa ingin tahu anak yang tinggi, mereka memiliki kecenderungan meniru dan mencoba melakukan apa yang mereka lihat. Akibatnya seperti yang sering kita lihat sekarang ini, anak menjadi pelaku dan sekaligus korban perilaku-perilaku seksual. Persaingan bisnis semakin ketat antar Media, sehingga mereka sering mengabaikan tanggung jawab sosial,moral & etika. Dalam usaha memperluas dan mendapat pilihan program yang lebih baik, mayoritas orang Amerika sekarang ini telah berlangganan TV kabel. Namun, pengawasan yang lebih baik bukan diperoleh dari iuran bulanan. Kenyataannya, dari studi atas 450 anak kelas 6 yang dilakukan oleh Prof. Godfrey Ellis dari Oklahoma State University, ditemukan bahwa 66% dari anak-anak tersebut menonton paling sedikit satu program dalam satu bulan yang berisi acara orang tanpa busana atau cerita seksual yang berat.
2.3. Upaya Untuk Mengurangi Menonton Televisi
Dengan banyaknya bukti betapa TV bisa memberikan beragam dampak buruk, banyak keluarga sekarang membuat rumah mereka bebas-TV. Akibat buruk yang diberikan oleh TV tidak terbatas oleh usia, tingkat pendidikan, status sosial, keturunan dan suku bangsa. Semua lapisan masyarakat dapat terpengaruh dampak buruk dari TV, orangtua, anak-anak, kaya ataupun miskin, pintar dan bodoh, mereka dari latar belakang apa saja, tetap terkena dampak yang sama. Seharusnya instansi pemerintah, instansi pendidikan, instansi agama, keluarga dan individu semua bersama-sama mendukung program ‘Hari Tanpa TV’ ini, untuk membangun bangsa yang lebih baik. Sangat penting untuk anak mempunyai kesempatan mempelajari dan mengalami langsung pengalaman hidup sehingga mereka dapat mengembangkan keterampilan yang mereka butukan untuk sukses di masa yang akan datang. Bila hidup tanpa TV itu masih terlalu sulit, maka perlahan batasi dan awasi dengan saksama tontonan anak sepanjang tahun. Dengan mematikan TV, keluarga menjadi lebih dekat, akrab karena anggota keluarga mempunya waktu untuk bercengkrama.
2.4. Manfaat Hari Tanpa Televisi
Dengan TV dalam keadaan mati, kita jadi memiliki kesempatan untuk berpikir, membaca, berkreasi dan melakukan sesuatu. Untuk menjalin hubungan yang lebih menyenangkan dalam keluarga dan masyarakat. Mengurangi waktu menonton TV membuat kita mempunyai lebih banyak waktu untuk bermain di luar, berjalan-jalan atau melakukan olahraga yang kita suka. Mengurangi waktu menonton TV memang terkesan susah pada awalnya, tapi ternyata ada ribuan hal lain yang menarik untuk dilakukan. Adapun aktifitas yang dapat dilakukan untuk mengganti kebiasaan menonton televisi adalah:
a. Pergi ke perpustakaan atau ke toko buku terdekat.
Biasakan anak membaca buku. Bila sempat, orang tua menyisakan waktu setiap hari atau beberapa kali setiap minggu untuk membacakan cerita kepada anak. Orang tua mengajak anaknya untuk membaca beragam macam bacaan dan menjadikan aktifitas membaca menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi anak. Orang tua supaya membiasakan membawa anaknya ke perpustakaan dan menyediakan sebanyak mungkin buku yang pantas di sekitar rumah dan minta kerjasama keluarga untuk menjadikan buku sebagai hadiah ulangtahun, liburan atau lebaran.
b.Bercocok tanam.
TV menjauhkan kita dari alam. Padahal banyak hal yang bisa diajarkan oleh alam, dan yang tidak bisa didapatkan dari menonton TV. Dengan mengajak anak bercocok tanam, orang tua bisa mengajarkan kepada anaknya banyak hal, sehingga anak bisa belajar makna tumbuh dan bertanggung jawab.
c. Bermain.
Hidup anak pada dasarnya adalah bermain. Dengan bermain, anak belajar banyak hal.
d. Menulis surat.
Kebiasaan memiliki sahabat pena sudah begitu jauh dari kehidupan anak-anak. Dengan teknologi yang kini sudah begitu canggih, anak lebih senang menggunakan telepon untuk bercerita. Tapi ternyata menulis surat melatih banyak hal. Selain mengenali prosedur pengiriman barang (amplop, perangko dan jasa besar pak pos), menulis surat juga melatih motorik dan membuat anak senang bila menerima balasan. Jika anak mulai mengenal teknologi internet, bisa saja sarana e-mail bisa digunakan untuk melatih kebiasaan menulis.
e. Jalan-jalan.
Jalan-jalan itu mudah dan murah. Tidak perlu banyak mengeluarkan uang. Jalan-jalan ke rumah teman atau sekadar berkeliling lingkungan rumah saja untuk menyapa tetangga. Jalan-jalan itu baik untuk tubuh karena bisa menurunkan tekanan darah dan resiko terkena penyakit jantung. Dan yang lebih menguntungkan, jalan-jalan juga bisa mengurangi berat badan. Jalan-jalan juga bisa menenangkan pikiran dan melepaskan stres. Karena dengan berjalan, otak melepaskan zat yang bisa meringankan tekanan pada otot serta mengurangi kecemasan. Jalan-jalan juga bagus untuk lingkungan, karena bisa menghemat bahan bakar dan mencegah polusi udara.
f. Berenang.
Semua anak suka bermain air, berenang merupakan kegiatan yang sangat baik untuk anak. Selain sangat menyenangkan, berenang itu juga salah satu cara berolahraga.
g. Bersepeda.
Bersepeda merupakan salah satu kegiatan yang positif untuk anak, bila dilakukan sendirian mungkin bisa membosankan. Tapi bila bersepeda bersama teman atau keluarga, anak dapat menikmatinya. Bersepeda itu selain murah juga menyehatkan.
h. Mendengarkan radio atau membaca koran.
Anak sekarang sudah jarang sekali mendengarkan radio, apalagi membaca koran. Padahal mungin anak bisa mendapatkan informasi yang tidak kalah banyaknya dibanding mendengarkan berita di TV. Radio bisa melatih anak untuk mendengarkan dengan baik dan koran bisa mengajak anak untuk menambah wawasannya tentang dunia.
i. Memasak bersama ibu.
Masak-memasak bukan hanya kerjaan ’perempuan’, bila sesuai, anak lelaki pun tidak ada salahnya diajak memasak bersama. Suatu hari keahlian itu pasti berguna juga bagi anak.
j. Berolahraga.
Kadang kata olahraga terdengar berat, tapi setelah dilakukan biasanya menyenangkan. Selain jalan-jalan, bersepeda dan berenang, masih banyak lagi olahraga yang bisa dilakukan bersama keluarga.
k. Bakti Sosial.
Orang tua sering lupa mengajak anak untuk memerhatikan orang-orang tidak mampu di lingkungan sekitar. Orang tua dapat mengajak anaknya untuk bersama-sama membersihkan rumah dan lemari pakaian dari barang-barang yang tidak lagi digunakan tapi masih bagus dan layak pakai untuk disumbangkan ke panti-panti asuhan di sekitar rumah.
l. Rapikan rumah dan halaman.
Biasanya yang ini adalah tugas pembantu rumah tangga. Orang tua dapat mengajak anaknya untuk memerhatikan tempat tinggalnya sendiri, karena pembantu tidak selalu ada untuk melayani. Dengan demikian anak akan belajar untuk bertanggung jawab dan lebih menghargai pembantu. Lagipula, tinggal di lingkungan yang rapi dan bersih itu sehat dan menyenangkan.
m. Mengikuti les.
Pelajaran di sekolah hanya melatih otak kiri. Jangan lupa untuk melatih otak kanannya. Ambil les yang menarik dan sesuai dengan bakat anak. Mulai dari les musik dengan piano, gitar, biola, drum, atau les menari atau les-les lainnya.
n. Bercengkrama dengan keluarga
Aktifitas bercengkrama dengan keluarga merupakan kegiatan yang jarang dilakukan. Penelitian mengatakan bahwa 54% anak berusia 4-6 mengaku lebih senang menonton TV daripada bermain dengan ayahnya. Para orangtua juga mengaku bahwa mereka hanya menghabiskan sekitar 40 menit perhari untuk melakukan percakapan yang berarti dengan anaknya. Kedekatan dengan keluarga tidak bisa dibeli. Jangan biarkan televisi mencuri lagi waktu keluarga yang memang sudah tinggal sedikit sekali karena terpotong aktivitas sehari-hari.
o. Belajar.
Sebetulnya apapun yang kita lakukan merupakan pembelajaran. Jadi belajar itu bukan hanya lewat buku tetapi juga dari kegiatan sehari-hari. Belajar hal-hal baru yang belum kita ketahui. Belajar naik motor atau membuat sarang burung dari kayu. Belajar mengantri, belajar main basket atau belajar untuk sehari saja tidak nonton TV dulu.
p. Mengerjakan keterampilan tangan.
Banyak buku sekarang yang mengajarkan membuat keterampilan tangan, sehingga kita bisa melakukannya secara otodidak. Keterampilan tangan bisa dalam bentuk bermacam ragam, mulai dari meyulam, origami sampai membuat bunga dari sabun mandi.
q. Kebun binatang atau musium.
Mengunjungi kebun binatang selalu menyenangkan. Karena kita bisa melihat beragam binatang yang tidak biasa kita lihat sehari-hari. Selain itu, musium juga menarik untuk dikunjungi. Dari musium kita bisa banyak belajar tentang sejarah dan melihat langsung artifak-artifak menarik tentangnya.
2.5. Cara yang dapat dilakukan untuk menghindari menonton televisi:
§ Pindahkan TV ke tempat yang tidak begitu ‘mencolok’
§ Matikan TV pada waktu makan.
§ Tentukan hari-hari apa saja dalam seminggu yang akan dilalui tanpa TV.
§ Jangan gunakan kesempatan menonton TV sebagai hadiah.
§ Berhenti berlangganan channel tambahan (cable, dll) dan gunakan uangnya untuk membeli hal-hal yang berguna lainnya, seperti buku.
§ Pindahkan TV dari kamar anak.
§ Sembunyikan remote controlnya.
§ Tidak ada TV di hari sekolah.
2.6. Dampak Positif Menonton Televisi
Perlu diingat bahwa tidak semua yang ditayangkan di TV itu buruk, walaupun sebagian besar dari acara yang ditayangkan tidak baik untuk anak. Bagaimana mendapat tontonan yang terbaik dari TV, kita harus bisa mengontrol dan memperoleh manfaat dari alat komunikasi yang bernilai ini. TV yang diprogram dengan hati-hati dapat menjadi teman yang menguntungkan. Banyak juga informasi-informasi penting yang dapat kita peroleh melalui televisi, misalnya saja film dokumener mengenai kehidupan hewan, tumbuhan serta alam, teknologi baru, berita dll.
BAB III
HASIL SURVEI
3.1. Waktu Kebiasaan Menonton Televisi
Tabel 1. Kebiasaan Menonton Televisi Setiap Hari
Waktu Nonton
Frekuensi
%
Tiap hari
44
83.0
Tidak tiap hari
9
17.0
Total
53
100.0
Tabel 2. Jumlah Hari Menonton Televisi Dalam sepekan
. Jumlah Hari Nonton
Frekuensi
%
Tiap Hari
44
83.0
3-6 hari/ minggu
6
11.3
<3 hari/ minggu
3
5.7
Total
53
100.0
Berdasarkan tabel 1 dan 2, kita dapat menyimpulkan sebagian besar anak kelas 5 dan 6 SDIT Darul Abidin( 83%) mempunyai kebiasaan menonton televisi setiap hari. Ada 11,3 % anak yang menonton Televisi 3-6 hari dalam sepekan dan hanya 5,7% anak yang menonton televisi kurang dari 3 hari/minggu. Dari hasil survei diketahui rata-rata lama menonton TV pada hari Senin sampai Jum’at 4,5 jam, sedangkan pada hari Sabtu dan Minggu hampir sama yaitu 8,5 jam dan 8,6 jam berturut-turut (lihat Diagram 1.)
Diagram 1.
3.2. Jam Terakhir Menonton TV
Apabila kita lihat diagram batang di bawah ini jelas terlihat bahwa sebagian besar anak (65,3%) menonton TV sampai lewat dari jam 20.00 pada hari sekolah mereka (Senin sampai Jum’at). Ada 13% anak yang menonton TV hingga larut malam (lewat jam 22.00). Sedangkan pada hari Sabtu 80,8% anak menonton TV lewat dari jam 20.00, sebagian dari mereka (42,3%) menonton hingga larut malam, hal ini mungkin karena anak merasa esok hari mereka libur. Pada minggu malam jumlah yang menonton lewat dari jam 20.00 jam hingga 22.00 ada 67,3%, sedangkan yang masih menonton sampai melewati jam 22.00 ada 23,4% (diagram 2).
Diagram 2.
Bila dilihat rata-rata jam terakhir anak menonton TV, dapat dilihat dari diagram 3 bahwa anak menghabiskan waktu menonton TV rata-rata sampai jam 20.05 pada hari Senin- Jum’at, 20.04 pada hari Sabtu dan 20.25 pada hari minggu (diagram 3).
Diagram 3.
3.3. Acara yang Disukai di Televisi
Apabila kita melihat acara yang disukai anak di TV, hampir semua anak menyukai menonton film (94,3%), dan semua anak menyukai lawak/komedi (100%). Sekitar 70% anak menyukai kuis dan sinetron . Ada 34% anak yang suka menonton berita, 43,4% suka acara olah raga, 35,8% suka film dokumenter dan hanya 20,8% anak yang gemar menonton infotainment (diagram 4)
Diagram 4.
Apabila kita melihat lebih jauh mengenai film apa yang disukai anak, 25% anak menyukai film Naruto, 6% Hary Potter, 4% Doraemon, 19% film lainnya dan ada 47% yang menjawab tidak jelas/sesuai (diagram 5)
Diagram 5.
Pada acara komedi, lebih dari separuh anak (52%) menyukai acara Extravaganza,
40% anak suka menonton OB (Office Boy), 4% menyukai Prime time, dan 4% menjawab lain-lain (diagram 6).
Diagram 6.
Pada acara kuis, 62% anak menyukai kuis “Deal or No deal” , 8% “Superdeal 2 Milyar”, dan hanya 2% suka pada kuis “Who wants to be a Millioner” (diagram 7)
Diagram 7.
Bila melihat sinetron kesukaan, 23% menyukai sinetron Candy, 17% gemar menonton Eneng, 1% suka sinetron Aisyah, 17% menjawab lain-lain, dan ada 32% yang tidak menjawab (diagram 8)
Diagram 8.
3.4 Jarak Menonton & Ukuran Televisi
Tabel 3. Ukuran Televisi
Ukuran TV
Frekuensi
Persentase
Kecil (≤17 inch)
1
1.9
Sedang (21 inch-24 inch)
39
73.6
Besar (≥29 inch)
13
24.5
Total
53
100.0
Pada survei ini kami juga menanyakan ukuran TV dan jarak menonton TV. Sebagian besar anak (73,6%) menonton dengan ukuran TV 21- 24 inch, dan ada 24,5% dengan ukuran TV besar (≥29 inch) (tabel 3). 9,4% anak menonton TV dengan jarak sangat dekat (≤ 1 meter), 28,3% dekat (1 – 2 meter) , 60,4% jarak sedang (>2 – 3 meter) dan 1,9% jarak jauh (> 3 meter) (tabel 4).
Tabel 4. Jarak Menonton Televisi
Jarak nonton TV
Frekuensi
Persentase
Sangat Dekat (≤ 1 meter)
5
9.4
Dekat (1 – 2 meter)
15
28.3
Sedang (>2 – 3 meter)
32
60.4
Jauh (> 3 meter)
1
1.9
Total
53
100.0
3.5 . Manfaat dan Dampak Buruk Televisi.
Pada survei ini juga ditanyakan pengetahuan anak mengenai manfaat dan kerugian menonton TV dengan menggunakan pertanyan terbuka (open question). Pada pertanyaan apa manfaat menonton TV didapatkan hasil sbb: 60% anak mengatakan menonton TV menambah pengetahuan anak, 13% TV menghibur, ada 2% anak mengatakan dengan menonton TV dapat mengetahui sinetron baru dan 25% tidak menjawab (diagram 9).
Diagram 9.
Diagram 10.
Pada pertanyaan mengenai dampak buruk menonton TV, 34% anak menyatakan bahwa TV memberi pengaruh buruk pada kepribadian dan tingkah laku anak. 23% anak mengatakan menonton TV merusak mata. Sembilan persen anak mengatakan menonton TV membuat anak lupa waktu waktu dan juga 9%anak mengatakan TV membuat anak jadi bodoh (diagram 10).
3.6 . Kegemaran Main ”Game”
Pada survei ini penulis juga ingin mengetahui kegemaran anak main game, karena main game juga permainan yang juga mempunyai dampak kurang baik terhadap anak. Sebagian besar anak suka main game (96%) (tabel 5). Ada 12,5% anak mengatakan kalau mereka main game setiap hari (tabel 6). Lama anak main game bervariasi yaitu 20,8% paling lama 1 jam, sekitar 27% menjawab > 1 - 2 jam, ada 18,8% bermain > 2 - 3 jam dan sepertiga anak (33,3%) bermain game > 3 jam (table 7)
Tabel 5. Kesukaan Main Game
Kesukaan Main Game
Frekuensi
Persentase
Suka
48
96.0
Tidak
2
4.0
Total
50
100.0
Tabel 6. Kebiasaan Main Game
Kebiasaan Main Game tiap hari
Frekuensi
Persentase
Ya
6
12.5
Tidak
42
87.5
Total
48
100.0
Tabel 7. Lama Main Game
Lama main Game
Frekuensi
Persentase
0 - 1 jam
10
20.8
> 1 - 2 jam
13
27.1
> 2 - 3 jam
9
18.8
> 3 jam
16
33.3
Total
48
100.0
BAB IV
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil survei dapat saya simpulkan bahwa Mayoritas anak kelas 5 dan 6 SDIT Darul Abidin mempunyai kebiasaan menonton televisi setiap hari. Rata-rata lama menonton TV pada hari Senin sampai Jum’at 4,5 jam, sedangkan pada hari Sabtu dan Minggu hampir sama yaitu 8,5 jam dan 8,6 jam. Sebagian besar siswa kelas 5 dan 6 (65,3%) menonton TV sampai lewat dari jam 20.00 pada hari sekolah mereka (Senin sampai Jum’at), bahkan 13% dari mereka menonton TV hingga larut malam (lewat jam 22.00). Sedangkan pada hari Sabtu, 80,8% anak menonton TV lewat dari jam 20.00, sebagian dari mereka (42,3%) menonton hingga larut malam hal ini mungkin karena anak merasa esok hari mereka libur. Pada minggu malam jumlah yang menonton lewat dari jam 20.00 jam hingga 22.00 ada 67,3%, sedangkan yang masih menonton sampai melewati jam 22.00 ada 23,4%. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa kelas 5 dan 6 masih gemar menonton TV pada malam hari walaupun esok harinya mereka harus sekolah. Bila dilihat rata-rata jam terakhir anak menonton TV, anak menghabiskan waktu menonton TV rata-rata sampai jam 20.05 pada hari Senin- Jum’at, 20.04 pada hari Sabtu dan 20.25 pada hari minggu.
Urutan acara TV dari yang paling disukai anak sampai yang kurang disukai adalah : komedi/lawak, film, kuis /sinetron, berita, olah raga, film documenter dan infotainment. Apabila kita melihat lebih jauh mengenai film apa yang paling disukai siswa kelas 5 dan 6 maka film Naruto yang paling disukai. Acara komedi yang paling banyak ditonton adalah Extravaganza. Sedangkan Acara kuis yang paling disukai adalah “Deal or No deal”. Sinetron yang paling banyak disukai adalah Candy dan Eneng. Pada pertanyaan ukuran TV dan jarak menonton TV. Sebagian besar anak menonton dengan ukuran TV 21- 24 inch dan menonton dengan jarak sedang.
Pengetahuan siswa kelas 5 dan 6 mengenai manfaat menonton TV adalah sbb: anak mengatakan menonton TV menambah pengetahuan, menghibur, dapat mengetahui sinetron baru. Sedangkan dampak buruk menonton TV, siswa menyatakan bahwa TV memberi pengaruh buruk pada kepribadian dan tingkah laku anak, merusak mata, lupa waktu dan membuat anak jadi bodoh.
Siswa kelas 5 dan 6 selain suka menonton TV juga gemar bermain game (96%). Seperdelapan anak mengatakan bahwa mereka main game setiap hari. Sedangkan lama main game bervariasi yaitu antara 1 jam sampai lebih dari 3 jam.
DAFTAR PUSTAKA
1. Turnofftv.org oleh Yayasan Kita dan Buah Hati; dan Kidia.
2. www.click2map.com“KURANGI NONTON TV, NIKMATI HIDUP!”
3. Sejauh mana TV sudah melebihi seharusnya? hanyawanita.com
4. Ariesta Forestyani, Waspada Pengaruh Televisi Pada Anak 19-11-06 05:11
Darwin Marpaung, terjemahan dari Eden Communications , How To Get the Best Out of TV by Dale and Karen Mason, diterbitkan oleh Broadman & Holman, 1996.
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Anak merupakan kelompok pemirsa yang paling rawan terhadap dampak negatif siaran TV. Data tahun 2002 mengenai jumlah jam menonton TV pada anak di Indonesia adalah sekitar 30-35 jam/minggu atau 1560-1820 jam/ tahun . Angka ini jauh lebih besar dibanding jam belajar di sekolah dasar yang tidak sampai 1000 jam/tahun. Tidak semua acara TV aman untuk anak. Bahkan, “Kidia” mencatat bahwa pada 2004 acara untuk anak yang aman hanya sekira 15% saja, oleh karena itu harus betul-betul diseleksi. Saat ini jumlah acara TV untuk anak usia prasekolah dan sekolah dasar perminggu sekitar 80 judul yang ditayangkan dalam 300 kali penayangan selama 170 jam. Padahal dalam seminggu ada 24 jam x 7 = 168 jam. Selain sudah sangat berlebihan, acara untuk anak juga banyak yang tidak aman. Sayangnya banyak tayangan TV yang sama sekali tak baik bagi perkembangan anak. Sebuah penelitian regional yang melibatkan anak-anak Kanada, Australia, Amerika dan Indonesia dalam hal menonton televisi mendapatkan hasil menarik. Anak Indonesia adalah penonton TV terlama, disusul Amerika, Australia dan paling rendah Kanada. Hal ini tak lepas dari perubahan gaya hidup masa kini yang dianut sebagain besar orang tua di Indonesia: Sibuk bekerja, pengasuhan anak diserahkan kepada pengasuh serta berbagai faktor lain yang mengiringi.
Menonton televisi tampaknya membawa dampak negatif pada perkembangan anak dibanding dampak positif. Dari televisi anak-anak dapat menyaksikan semua tayangan, bahkan termasuk yang belum layak ditonton anak, mulai kekerasan dan kehidupan seks. Rata-rata anak usia 2 sampai 11 tahun menonton lebih dari 27 jam siaran televisi per minggu yang tidak diawasi dengan baik, karena kegiatan lain dari anak-anak diluar nonton televisi hanya tidur, dan karena kita yakin bahwa kebanyakan orang tua tidak sadar akan kebebasan media yang kurang baik atas anak-anak.
Berdasarkan informasi di atas penulis merasa tertarik untuk mengetahui kebiasaan menonton televisi pada anak sekolah dasar dengan langsung melakukan survei. Pada survei ini penulis memilih SDIT darul Abidin sebagai tempat melaksanakan survei, karena alasan kepraktisan dan kemudahan dalam melaksanakan survei.
1.2. Tujuan Pembahasan
Dalam karya tulis ini penulis membahas:
1. Waktu kebiasaan menonton televisi
2. Acara kegemaran dalam menonton televisi
3. Jarak menonton televisi di rumah
4. Kebiasaan main game
1.3. Ruang Lingkup Masalah
Ruang lingkup karya tulis ini mengenai ”Kebiasaan Siswa Kelas 5 & 6 SDIT Darul Abidin menonton televisi. Pada survei ini tidak membahas dampak positif dan negatif menonton televisi terhadap hasil belajar siswa SDIT Darul Abidin. Penulis hanya membatasi membahas kebiasaan menonton televisi dan juga ingin mengetahui pengetahuan siswa mengenai dampak positif dan negatif dari menonton televisi.
1.4. Sumber Data
Populasi : Siswa kelas 5 dan kelas 6 SDIT Darul Abidin
Sampel : Siswa kelas 5 Madinah dan siswa kelas 6 Madinah SDIT
Darul Abidin
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengaruh Media Terhadap Anak
Pengaruh Media terhadap anak makin besar, teknologi semakin canggih dan intensitasnya semakin tinggi. Padahal orangtua tidak punya waktu yang cukup untuk memerhatikan, mendampingi & mengawasi anak. Anak lebih banyak menghabiskan waktu menonton Televisi ketimbang melakukan hal lainnya. Selama menonton Televisi anak mempelajari kekerasan dalam menyelesaikan masalah. Anak lebih suka duduk di rumah dan menonton, bukannya bermain di luar dan berolahraga. Hal ini menjauhkan anak dari pelajaran-pelajaran hidup yang penting, seperti bagaimana cara berinteraksi dengan teman sebaya, belajar cara berkompromi dan berbagi di dunia yang penuh dengan orang lain.
Acara televisi bisa dikelompokkan dalam 3 kategori yaitu:
1. Acara yang ‘Aman’: tidak banyak mengandung adegan kekerasan, seks, dan mistis. Acara ini aman karena kekuatan ceritanya yang sederhana dan mudah dipahami. Anak-anak boleh menonton tanpa didampingi.
2. Acara yang ‘Hati-hati’: isi acara mengandung kekerasan, seks dan mistis namun tidak berlebihan. Tema cerita dan jalan cerita mungkin agak kurang cocok untuk anak usia SD sehingga harus didampingi ketika menonton.
3. Acara yang “Tidak Aman”: isi acara banyak mengandung adegan kekerasan, seks, dan mistis yang berlebihan dan terbuka. Daya tarik yang utama ada pada adegan-adegan tersebut. Sebaiknya anak-anak tidak menonton acara ini.
2.2. PENGARUH NEGATIF MENONTON TELEVISI PADA ANAK
1. Berpengaruh terhadap perkembangan otak anak usia 0-3 tahun.
Dapat menimbulkan gangguan perkembangan bicara, menghambat kemampuan membaca-verbal maupun pemahaman. Juga, menghambat kemampuan anak dalam mengekspresikan pikiran melalui tulisan, meningkatkan agresivitas dan kekerasan dalam usia 5-10 tahun, serta tidak mampu membedakan antara realitas dan khayalan.
2. Mendorong anak menjadi konsumtif.
Menurut taksiran, rata-rata anak menonton 20.000 info komersil per tahun. Tidak seperti anak dewasa yang sering mematikan suara info komersil, namun anak-anak menyukai iklan TV. Mereka suka apa yang akan diucapkan bahkan terpengaruh terhadap iklan yang ditayangkan. Anak-anak merupakan target pengiklan yang utama sehingga mendorong mereka menjadi konsumtif.
3. Kekerasan dan Sifat Agresif
Dr. Jay Martin dari Universitas Southern California menemukan bahwa "dalam studi beberapa tahun atas 732 anak, konflik dengan orang tua, perkelahian sesama anak, dan kejahatan remaja, ternyata ada korelasinya dengan jumlah jam menonton televisi".
4. Mengurangi semangat belajar.
Bahasa televisi simpel, memikat, dan membuat ketagihan sehingga sangat mungkin anak menjadi malas belajar. Terdapat bukti bahwa terlalu banyak menonton televisi berdampak buruk pada keberhasilan prestasi sekolah. Menurut Dr. Hardiono D. Pusponegoro, SpA (K) mengutip hasil penelitian Hancox RJ. Association of Television Viewing During Childhood with Poor Educational Achievement. Arch Pediatr Adolesc Med 2005, bahwa menonton TV saat masa anak dan remaja berdampak jangka panjang terhadap kegagalan akademis umur 26 tahun. Sedangkan penelitian lain mengenai pengaruh TV terhadap IQ anak didapatkan hasil bahwa anak di bawah 3 tahun yang rajin menonton televisi setiap jamnya ternyata hasil uji membaca turun, uji membaca komprehensif turun, juga memori. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa menonton TV pada anak di bawah 3 tahun hanya membawa lebih banyak dampak buruk dibanding efek baiknya. Anak yang sering menonton TV juga mengalami masalah pada pola tidurnya, seperti terlambat tidur, kurang tidur bahkan tak bisa tidur, cemas tanpa sebab, terbangun malam dan mengantuk pada siang hari.
5. Membentuk pola pikir sederhana.
Terlalu sering menonton TV dan tidak pernah membaca menyebabkan anak akan memiliki pola pikir sederhana, kurang kritis, linier atau searah dan pada akhirnya akan mempengaruhi imajinasi, intelektualitas, kreativitas dan perkembangan kognitifnya. Dr. Hardiono memaparkan, hanya dari menonton televisi saja otak kehilangan kesempatan mendapat stimulasi dari kesempatan berpartisipasi aktif dalam hubungan sosial dengan orang lain, bermain kreatif dan memecahkan masalah. Selain itu TV bersifat satu arah, sehingga anak kehilangan kesempatan mengekplorasi dunia tiga dimensi serta kehilangan peluang tahapan perkembangan yang baik.
6. Berkurangnya Permainan Imaginatif & Kreativitas Anak.
Sedikit orang dewasa yang menyadari bahwa televisi sepenuhnya mengubah bagaimana anak menghabiskan waktu mereka. Anak-anak di waktu yang lalu menghabiskan banyak waktu mereka dengan bermain dan cari tahu situasi luar sekitar mereka. Dewasa ini, anak-anak menghabiskan waktu dengan mata mereka di depan televisi dan duduk diam di ruang keluarga. Dengan adanya TV, anak-anak jadi kurang bermain, mereka menjadi manusia-manusia yang individualistis dan sendiri. Anak-anak yang seharusnya ke luar rumah untuk mengalami kotor dan capek bermain, hanya jadi menggerakkan kelopak mata mereka ketika duduk berjam-jam di depan pesawat televisi. Ada bukti yang menunjukkan bahwa televisi mempengaruhi kemampuan menyenangkan diri sendiri dan melumpuhkan kemampuan mengemukakan pendapatnya secara logis dan sensitif. Setiap kali mereka merasa bosan, mereka tinggal memencet remote control dan langsung menemukan hiburan. Sehingga waktu liburan, seperti akhir pekan atau libur sekolah, biasanya kebanyakan diisi dengan menonton TV. Mereka seakan-akan tidak punya pilihan lain karena tidak dibiasakan untuk mencari aktivitas lain yang menyenangkan. Ini membuat anak tidak kreatif.
7. Meningkatkan kemungkinan obesitas (kegemukan).
Kita biasanya tidak berolahraga dengan cukup karena kita biasa menggunakan waktu senggang untuk menonton TV, padahal TV membentuk pola hidup yang tidak sehat. Penelitian membuktikan bahwa lebih banyak anak menonton TV, lebih banyak mereka mengemil di antara waktu makan, mengonsumsi makanan yang diiklankan di TV dan cenderung memengaruhi orangtua mereka untuk membeli makanan-makanan tersebut. Anak-anak yang tidak mematikan TV sehingga jadi kurang bergerak beresiko untuk tidak pernah bisa memenuhi potensi mereka secara penuh. Selain itu, duduk berjam-jam di depan layar membuat tubuh tidak banyak bergerak dan menurunkan metabolisme, sehingga lemak bertumpuk, tidak terbakar dan akhirnya menimbulkan kegemukan. Dr. Robert Klesges, seorang peneliti pada Memphis State University menemukan bahwa anak-anak yang menonton TV cenderung menghabiskan lebih sedikit kalori per menit -- tidak hanya lebih sedikit dari mereka yang membaca atau "tidak melakukan apa-apa" -- kenyataannya, se-sedikit kalori yang digunakan oleh anak-anak yang tidur." Semakin berat badan seorang anak, semakin serius pengaruhnya. Dr. Klesges menyarankan dengan jelas. "Kelihatannya bijaksana bagi orang yang memiliki masalah berat badan untuk mengurangi waktu mereka didepan pesawat televisi dan melakukan sesuatu yang lebih membutuhkan.". Dr. Endang Darmoutomo, MS, SpGK, dalam seminar yang diselenggarakan 'Dancow Parenting Center' beberapa waktu lalu mengungkapkan kecenderungan menonton tv terlalu lama akan meningkatkan angka obesitas pada anak-anak. Satu jam nonton tv misalnya, akan meningkatkan obesitas sebesar 2%, karena anak yang menonton televisi . lebih banyak ngemil dan tak melakukan aktivitas olah tubuh. Hal yang sama berlaku bagi anak yang lebih suka bermain games atau komputer dibanding anak yang bermain-main di luar bersama teman-teman. "Saat nonton tv atau main game, terjadi ketidakseimbangan energi yang masuk dan yang digunakan. Saat anak nonton tv, kalori yang dibakar hanya 36 kkal/jam, padahal apa yang dia konsumsi jauh melebihi kalori yang digunakan. Obesitas tak hanya berdampak buruk bagi kesehatan karena mengundang berbagai penyakit seperti hipertensi, diabetes, gangguan sendi, penyakit jantung koroner hingga stroke saat anak dewasa, namun juga dapat mengganggu psikologis anak. obesitas akan terbawa saat anak dewasa jika tak ditangani secara baik. Mungkin ia akan merasa malu, rendah diri, bahkan merasa tak berharga karena memiliki tubuh 'berbeda' dibanding teman-teman di lingkungannya.
8. Berkurangnya Waktu Bersama Keluarga dan Berkomunikasi
Kebanyakan anak kita menonton TV lebih dari 4 jam sehari sehingga waktu untuk bercengkrama bersama keluarga biasanya ‘terpotong’ atau terkalahkan dengan TV. 40% keluarga menonton TV sambil menyantap makan malam, yang seharusnya menjadi ajang ’berbagi cerita’ antar anggota keluarga. Sehingga bila ada waktu dengan keluarga pun, kita menghabiskannya dengan mendiskusikan apa yang kita tonton di TV. Rata-rata, TV dalam rumah hidup selama 7 jam 40 menit. Yang lebih memprihatinkan adalah terkadang masing-masing anggota keluarga menonton acara yang berbeda di ruangan rumah yang berbeda. Suatu studi Michigan State University menunjukkan "ketika anak berumur empat dan lima tahun dimana mereka ditawarkan pilihan antara berhenti nonton televisi atau tanpa bersama ayah mereka, sepertiga memilih lebih baik tanpa bersama ayah". Dalam studi yang lain dikatakan, "rata-rata anak umur lima tahun menghabiskan waktu hanya 25 menit seminggu bercengkerama dengan ayah mereka tapi 25 jam seminggu berinteraksi dengan TV." Orangtua sering menyesal tidak dapat menyediakan waktu cukup untuk anak-anak mereka. Tapi "dua pertiga" berkata mereka mungkin akan menerima pekerjaan yang menawarkan gaji lebih tinggi atau prestise lebih besar kendati hal itu menyebabkan mereka berada lebih banyak di luar rumah. " Terjepit dalam waktu yang membatasi jumlah jam untuk interaksi keluarga, sama masalahnya adalah rata-rata penyalahgunaan TV oleh keluarga. Dengan kata-kata yang agak keras seorang penulis, "Orangtua telah menyalahgunakan anak-anak untuk keuntungan mereka dengan membuat TV menjadi seperti pengasuh anak (baby sitter)." Orang tua mereka tidak lagi berusaha menyediakan waktu untuk mereka. Kenyataannya, acara TV yang tidak bisa diatur dengan baik telah menjadi kesukaran utama dalam membina hubungan yang baik pada jutaan rumah orang Amerika
9. Matang secara seksual lebih cepat.
Banyak sekali sekarang tontonan dengan adegan seksual ditayangkan pada waktu anak menonton TV sehingga anak mau tidak mau menyaksikan hal-hal yang tidak pantas baginya. Dengan gizi yang bagus dan rangsangan TV yang tidak pantas untuk usia anak, anak menjadi balig atau matang secara seksual lebih cepat dari seharusnya. Dan sayangnya, dengan rasa ingin tahu anak yang tinggi, mereka memiliki kecenderungan meniru dan mencoba melakukan apa yang mereka lihat. Akibatnya seperti yang sering kita lihat sekarang ini, anak menjadi pelaku dan sekaligus korban perilaku-perilaku seksual. Persaingan bisnis semakin ketat antar Media, sehingga mereka sering mengabaikan tanggung jawab sosial,moral & etika. Dalam usaha memperluas dan mendapat pilihan program yang lebih baik, mayoritas orang Amerika sekarang ini telah berlangganan TV kabel. Namun, pengawasan yang lebih baik bukan diperoleh dari iuran bulanan. Kenyataannya, dari studi atas 450 anak kelas 6 yang dilakukan oleh Prof. Godfrey Ellis dari Oklahoma State University, ditemukan bahwa 66% dari anak-anak tersebut menonton paling sedikit satu program dalam satu bulan yang berisi acara orang tanpa busana atau cerita seksual yang berat.
2.3. Upaya Untuk Mengurangi Menonton Televisi
Dengan banyaknya bukti betapa TV bisa memberikan beragam dampak buruk, banyak keluarga sekarang membuat rumah mereka bebas-TV. Akibat buruk yang diberikan oleh TV tidak terbatas oleh usia, tingkat pendidikan, status sosial, keturunan dan suku bangsa. Semua lapisan masyarakat dapat terpengaruh dampak buruk dari TV, orangtua, anak-anak, kaya ataupun miskin, pintar dan bodoh, mereka dari latar belakang apa saja, tetap terkena dampak yang sama. Seharusnya instansi pemerintah, instansi pendidikan, instansi agama, keluarga dan individu semua bersama-sama mendukung program ‘Hari Tanpa TV’ ini, untuk membangun bangsa yang lebih baik. Sangat penting untuk anak mempunyai kesempatan mempelajari dan mengalami langsung pengalaman hidup sehingga mereka dapat mengembangkan keterampilan yang mereka butukan untuk sukses di masa yang akan datang. Bila hidup tanpa TV itu masih terlalu sulit, maka perlahan batasi dan awasi dengan saksama tontonan anak sepanjang tahun. Dengan mematikan TV, keluarga menjadi lebih dekat, akrab karena anggota keluarga mempunya waktu untuk bercengkrama.
2.4. Manfaat Hari Tanpa Televisi
Dengan TV dalam keadaan mati, kita jadi memiliki kesempatan untuk berpikir, membaca, berkreasi dan melakukan sesuatu. Untuk menjalin hubungan yang lebih menyenangkan dalam keluarga dan masyarakat. Mengurangi waktu menonton TV membuat kita mempunyai lebih banyak waktu untuk bermain di luar, berjalan-jalan atau melakukan olahraga yang kita suka. Mengurangi waktu menonton TV memang terkesan susah pada awalnya, tapi ternyata ada ribuan hal lain yang menarik untuk dilakukan. Adapun aktifitas yang dapat dilakukan untuk mengganti kebiasaan menonton televisi adalah:
a. Pergi ke perpustakaan atau ke toko buku terdekat.
Biasakan anak membaca buku. Bila sempat, orang tua menyisakan waktu setiap hari atau beberapa kali setiap minggu untuk membacakan cerita kepada anak. Orang tua mengajak anaknya untuk membaca beragam macam bacaan dan menjadikan aktifitas membaca menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi anak. Orang tua supaya membiasakan membawa anaknya ke perpustakaan dan menyediakan sebanyak mungkin buku yang pantas di sekitar rumah dan minta kerjasama keluarga untuk menjadikan buku sebagai hadiah ulangtahun, liburan atau lebaran.
b.Bercocok tanam.
TV menjauhkan kita dari alam. Padahal banyak hal yang bisa diajarkan oleh alam, dan yang tidak bisa didapatkan dari menonton TV. Dengan mengajak anak bercocok tanam, orang tua bisa mengajarkan kepada anaknya banyak hal, sehingga anak bisa belajar makna tumbuh dan bertanggung jawab.
c. Bermain.
Hidup anak pada dasarnya adalah bermain. Dengan bermain, anak belajar banyak hal.
d. Menulis surat.
Kebiasaan memiliki sahabat pena sudah begitu jauh dari kehidupan anak-anak. Dengan teknologi yang kini sudah begitu canggih, anak lebih senang menggunakan telepon untuk bercerita. Tapi ternyata menulis surat melatih banyak hal. Selain mengenali prosedur pengiriman barang (amplop, perangko dan jasa besar pak pos), menulis surat juga melatih motorik dan membuat anak senang bila menerima balasan. Jika anak mulai mengenal teknologi internet, bisa saja sarana e-mail bisa digunakan untuk melatih kebiasaan menulis.
e. Jalan-jalan.
Jalan-jalan itu mudah dan murah. Tidak perlu banyak mengeluarkan uang. Jalan-jalan ke rumah teman atau sekadar berkeliling lingkungan rumah saja untuk menyapa tetangga. Jalan-jalan itu baik untuk tubuh karena bisa menurunkan tekanan darah dan resiko terkena penyakit jantung. Dan yang lebih menguntungkan, jalan-jalan juga bisa mengurangi berat badan. Jalan-jalan juga bisa menenangkan pikiran dan melepaskan stres. Karena dengan berjalan, otak melepaskan zat yang bisa meringankan tekanan pada otot serta mengurangi kecemasan. Jalan-jalan juga bagus untuk lingkungan, karena bisa menghemat bahan bakar dan mencegah polusi udara.
f. Berenang.
Semua anak suka bermain air, berenang merupakan kegiatan yang sangat baik untuk anak. Selain sangat menyenangkan, berenang itu juga salah satu cara berolahraga.
g. Bersepeda.
Bersepeda merupakan salah satu kegiatan yang positif untuk anak, bila dilakukan sendirian mungkin bisa membosankan. Tapi bila bersepeda bersama teman atau keluarga, anak dapat menikmatinya. Bersepeda itu selain murah juga menyehatkan.
h. Mendengarkan radio atau membaca koran.
Anak sekarang sudah jarang sekali mendengarkan radio, apalagi membaca koran. Padahal mungin anak bisa mendapatkan informasi yang tidak kalah banyaknya dibanding mendengarkan berita di TV. Radio bisa melatih anak untuk mendengarkan dengan baik dan koran bisa mengajak anak untuk menambah wawasannya tentang dunia.
i. Memasak bersama ibu.
Masak-memasak bukan hanya kerjaan ’perempuan’, bila sesuai, anak lelaki pun tidak ada salahnya diajak memasak bersama. Suatu hari keahlian itu pasti berguna juga bagi anak.
j. Berolahraga.
Kadang kata olahraga terdengar berat, tapi setelah dilakukan biasanya menyenangkan. Selain jalan-jalan, bersepeda dan berenang, masih banyak lagi olahraga yang bisa dilakukan bersama keluarga.
k. Bakti Sosial.
Orang tua sering lupa mengajak anak untuk memerhatikan orang-orang tidak mampu di lingkungan sekitar. Orang tua dapat mengajak anaknya untuk bersama-sama membersihkan rumah dan lemari pakaian dari barang-barang yang tidak lagi digunakan tapi masih bagus dan layak pakai untuk disumbangkan ke panti-panti asuhan di sekitar rumah.
l. Rapikan rumah dan halaman.
Biasanya yang ini adalah tugas pembantu rumah tangga. Orang tua dapat mengajak anaknya untuk memerhatikan tempat tinggalnya sendiri, karena pembantu tidak selalu ada untuk melayani. Dengan demikian anak akan belajar untuk bertanggung jawab dan lebih menghargai pembantu. Lagipula, tinggal di lingkungan yang rapi dan bersih itu sehat dan menyenangkan.
m. Mengikuti les.
Pelajaran di sekolah hanya melatih otak kiri. Jangan lupa untuk melatih otak kanannya. Ambil les yang menarik dan sesuai dengan bakat anak. Mulai dari les musik dengan piano, gitar, biola, drum, atau les menari atau les-les lainnya.
n. Bercengkrama dengan keluarga
Aktifitas bercengkrama dengan keluarga merupakan kegiatan yang jarang dilakukan. Penelitian mengatakan bahwa 54% anak berusia 4-6 mengaku lebih senang menonton TV daripada bermain dengan ayahnya. Para orangtua juga mengaku bahwa mereka hanya menghabiskan sekitar 40 menit perhari untuk melakukan percakapan yang berarti dengan anaknya. Kedekatan dengan keluarga tidak bisa dibeli. Jangan biarkan televisi mencuri lagi waktu keluarga yang memang sudah tinggal sedikit sekali karena terpotong aktivitas sehari-hari.
o. Belajar.
Sebetulnya apapun yang kita lakukan merupakan pembelajaran. Jadi belajar itu bukan hanya lewat buku tetapi juga dari kegiatan sehari-hari. Belajar hal-hal baru yang belum kita ketahui. Belajar naik motor atau membuat sarang burung dari kayu. Belajar mengantri, belajar main basket atau belajar untuk sehari saja tidak nonton TV dulu.
p. Mengerjakan keterampilan tangan.
Banyak buku sekarang yang mengajarkan membuat keterampilan tangan, sehingga kita bisa melakukannya secara otodidak. Keterampilan tangan bisa dalam bentuk bermacam ragam, mulai dari meyulam, origami sampai membuat bunga dari sabun mandi.
q. Kebun binatang atau musium.
Mengunjungi kebun binatang selalu menyenangkan. Karena kita bisa melihat beragam binatang yang tidak biasa kita lihat sehari-hari. Selain itu, musium juga menarik untuk dikunjungi. Dari musium kita bisa banyak belajar tentang sejarah dan melihat langsung artifak-artifak menarik tentangnya.
2.5. Cara yang dapat dilakukan untuk menghindari menonton televisi:
§ Pindahkan TV ke tempat yang tidak begitu ‘mencolok’
§ Matikan TV pada waktu makan.
§ Tentukan hari-hari apa saja dalam seminggu yang akan dilalui tanpa TV.
§ Jangan gunakan kesempatan menonton TV sebagai hadiah.
§ Berhenti berlangganan channel tambahan (cable, dll) dan gunakan uangnya untuk membeli hal-hal yang berguna lainnya, seperti buku.
§ Pindahkan TV dari kamar anak.
§ Sembunyikan remote controlnya.
§ Tidak ada TV di hari sekolah.
2.6. Dampak Positif Menonton Televisi
Perlu diingat bahwa tidak semua yang ditayangkan di TV itu buruk, walaupun sebagian besar dari acara yang ditayangkan tidak baik untuk anak. Bagaimana mendapat tontonan yang terbaik dari TV, kita harus bisa mengontrol dan memperoleh manfaat dari alat komunikasi yang bernilai ini. TV yang diprogram dengan hati-hati dapat menjadi teman yang menguntungkan. Banyak juga informasi-informasi penting yang dapat kita peroleh melalui televisi, misalnya saja film dokumener mengenai kehidupan hewan, tumbuhan serta alam, teknologi baru, berita dll.
BAB III
HASIL SURVEI
3.1. Waktu Kebiasaan Menonton Televisi
Tabel 1. Kebiasaan Menonton Televisi Setiap Hari
Waktu Nonton
Frekuensi
%
Tiap hari
44
83.0
Tidak tiap hari
9
17.0
Total
53
100.0
Tabel 2. Jumlah Hari Menonton Televisi Dalam sepekan
. Jumlah Hari Nonton
Frekuensi
%
Tiap Hari
44
83.0
3-6 hari/ minggu
6
11.3
<3 hari/ minggu
3
5.7
Total
53
100.0
Berdasarkan tabel 1 dan 2, kita dapat menyimpulkan sebagian besar anak kelas 5 dan 6 SDIT Darul Abidin( 83%) mempunyai kebiasaan menonton televisi setiap hari. Ada 11,3 % anak yang menonton Televisi 3-6 hari dalam sepekan dan hanya 5,7% anak yang menonton televisi kurang dari 3 hari/minggu. Dari hasil survei diketahui rata-rata lama menonton TV pada hari Senin sampai Jum’at 4,5 jam, sedangkan pada hari Sabtu dan Minggu hampir sama yaitu 8,5 jam dan 8,6 jam berturut-turut (lihat Diagram 1.)
Diagram 1.
3.2. Jam Terakhir Menonton TV
Apabila kita lihat diagram batang di bawah ini jelas terlihat bahwa sebagian besar anak (65,3%) menonton TV sampai lewat dari jam 20.00 pada hari sekolah mereka (Senin sampai Jum’at). Ada 13% anak yang menonton TV hingga larut malam (lewat jam 22.00). Sedangkan pada hari Sabtu 80,8% anak menonton TV lewat dari jam 20.00, sebagian dari mereka (42,3%) menonton hingga larut malam, hal ini mungkin karena anak merasa esok hari mereka libur. Pada minggu malam jumlah yang menonton lewat dari jam 20.00 jam hingga 22.00 ada 67,3%, sedangkan yang masih menonton sampai melewati jam 22.00 ada 23,4% (diagram 2).
Diagram 2.
Bila dilihat rata-rata jam terakhir anak menonton TV, dapat dilihat dari diagram 3 bahwa anak menghabiskan waktu menonton TV rata-rata sampai jam 20.05 pada hari Senin- Jum’at, 20.04 pada hari Sabtu dan 20.25 pada hari minggu (diagram 3).
Diagram 3.
3.3. Acara yang Disukai di Televisi
Apabila kita melihat acara yang disukai anak di TV, hampir semua anak menyukai menonton film (94,3%), dan semua anak menyukai lawak/komedi (100%). Sekitar 70% anak menyukai kuis dan sinetron . Ada 34% anak yang suka menonton berita, 43,4% suka acara olah raga, 35,8% suka film dokumenter dan hanya 20,8% anak yang gemar menonton infotainment (diagram 4)
Diagram 4.
Apabila kita melihat lebih jauh mengenai film apa yang disukai anak, 25% anak menyukai film Naruto, 6% Hary Potter, 4% Doraemon, 19% film lainnya dan ada 47% yang menjawab tidak jelas/sesuai (diagram 5)
Diagram 5.
Pada acara komedi, lebih dari separuh anak (52%) menyukai acara Extravaganza,
40% anak suka menonton OB (Office Boy), 4% menyukai Prime time, dan 4% menjawab lain-lain (diagram 6).
Diagram 6.
Pada acara kuis, 62% anak menyukai kuis “Deal or No deal” , 8% “Superdeal 2 Milyar”, dan hanya 2% suka pada kuis “Who wants to be a Millioner” (diagram 7)
Diagram 7.
Bila melihat sinetron kesukaan, 23% menyukai sinetron Candy, 17% gemar menonton Eneng, 1% suka sinetron Aisyah, 17% menjawab lain-lain, dan ada 32% yang tidak menjawab (diagram 8)
Diagram 8.
3.4 Jarak Menonton & Ukuran Televisi
Tabel 3. Ukuran Televisi
Ukuran TV
Frekuensi
Persentase
Kecil (≤17 inch)
1
1.9
Sedang (21 inch-24 inch)
39
73.6
Besar (≥29 inch)
13
24.5
Total
53
100.0
Pada survei ini kami juga menanyakan ukuran TV dan jarak menonton TV. Sebagian besar anak (73,6%) menonton dengan ukuran TV 21- 24 inch, dan ada 24,5% dengan ukuran TV besar (≥29 inch) (tabel 3). 9,4% anak menonton TV dengan jarak sangat dekat (≤ 1 meter), 28,3% dekat (1 – 2 meter) , 60,4% jarak sedang (>2 – 3 meter) dan 1,9% jarak jauh (> 3 meter) (tabel 4).
Tabel 4. Jarak Menonton Televisi
Jarak nonton TV
Frekuensi
Persentase
Sangat Dekat (≤ 1 meter)
5
9.4
Dekat (1 – 2 meter)
15
28.3
Sedang (>2 – 3 meter)
32
60.4
Jauh (> 3 meter)
1
1.9
Total
53
100.0
3.5 . Manfaat dan Dampak Buruk Televisi.
Pada survei ini juga ditanyakan pengetahuan anak mengenai manfaat dan kerugian menonton TV dengan menggunakan pertanyan terbuka (open question). Pada pertanyaan apa manfaat menonton TV didapatkan hasil sbb: 60% anak mengatakan menonton TV menambah pengetahuan anak, 13% TV menghibur, ada 2% anak mengatakan dengan menonton TV dapat mengetahui sinetron baru dan 25% tidak menjawab (diagram 9).
Diagram 9.
Diagram 10.
Pada pertanyaan mengenai dampak buruk menonton TV, 34% anak menyatakan bahwa TV memberi pengaruh buruk pada kepribadian dan tingkah laku anak. 23% anak mengatakan menonton TV merusak mata. Sembilan persen anak mengatakan menonton TV membuat anak lupa waktu waktu dan juga 9%anak mengatakan TV membuat anak jadi bodoh (diagram 10).
3.6 . Kegemaran Main ”Game”
Pada survei ini penulis juga ingin mengetahui kegemaran anak main game, karena main game juga permainan yang juga mempunyai dampak kurang baik terhadap anak. Sebagian besar anak suka main game (96%) (tabel 5). Ada 12,5% anak mengatakan kalau mereka main game setiap hari (tabel 6). Lama anak main game bervariasi yaitu 20,8% paling lama 1 jam, sekitar 27% menjawab > 1 - 2 jam, ada 18,8% bermain > 2 - 3 jam dan sepertiga anak (33,3%) bermain game > 3 jam (table 7)
Tabel 5. Kesukaan Main Game
Kesukaan Main Game
Frekuensi
Persentase
Suka
48
96.0
Tidak
2
4.0
Total
50
100.0
Tabel 6. Kebiasaan Main Game
Kebiasaan Main Game tiap hari
Frekuensi
Persentase
Ya
6
12.5
Tidak
42
87.5
Total
48
100.0
Tabel 7. Lama Main Game
Lama main Game
Frekuensi
Persentase
0 - 1 jam
10
20.8
> 1 - 2 jam
13
27.1
> 2 - 3 jam
9
18.8
> 3 jam
16
33.3
Total
48
100.0
BAB IV
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil survei dapat saya simpulkan bahwa Mayoritas anak kelas 5 dan 6 SDIT Darul Abidin mempunyai kebiasaan menonton televisi setiap hari. Rata-rata lama menonton TV pada hari Senin sampai Jum’at 4,5 jam, sedangkan pada hari Sabtu dan Minggu hampir sama yaitu 8,5 jam dan 8,6 jam. Sebagian besar siswa kelas 5 dan 6 (65,3%) menonton TV sampai lewat dari jam 20.00 pada hari sekolah mereka (Senin sampai Jum’at), bahkan 13% dari mereka menonton TV hingga larut malam (lewat jam 22.00). Sedangkan pada hari Sabtu, 80,8% anak menonton TV lewat dari jam 20.00, sebagian dari mereka (42,3%) menonton hingga larut malam hal ini mungkin karena anak merasa esok hari mereka libur. Pada minggu malam jumlah yang menonton lewat dari jam 20.00 jam hingga 22.00 ada 67,3%, sedangkan yang masih menonton sampai melewati jam 22.00 ada 23,4%. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa kelas 5 dan 6 masih gemar menonton TV pada malam hari walaupun esok harinya mereka harus sekolah. Bila dilihat rata-rata jam terakhir anak menonton TV, anak menghabiskan waktu menonton TV rata-rata sampai jam 20.05 pada hari Senin- Jum’at, 20.04 pada hari Sabtu dan 20.25 pada hari minggu.
Urutan acara TV dari yang paling disukai anak sampai yang kurang disukai adalah : komedi/lawak, film, kuis /sinetron, berita, olah raga, film documenter dan infotainment. Apabila kita melihat lebih jauh mengenai film apa yang paling disukai siswa kelas 5 dan 6 maka film Naruto yang paling disukai. Acara komedi yang paling banyak ditonton adalah Extravaganza. Sedangkan Acara kuis yang paling disukai adalah “Deal or No deal”. Sinetron yang paling banyak disukai adalah Candy dan Eneng. Pada pertanyaan ukuran TV dan jarak menonton TV. Sebagian besar anak menonton dengan ukuran TV 21- 24 inch dan menonton dengan jarak sedang.
Pengetahuan siswa kelas 5 dan 6 mengenai manfaat menonton TV adalah sbb: anak mengatakan menonton TV menambah pengetahuan, menghibur, dapat mengetahui sinetron baru. Sedangkan dampak buruk menonton TV, siswa menyatakan bahwa TV memberi pengaruh buruk pada kepribadian dan tingkah laku anak, merusak mata, lupa waktu dan membuat anak jadi bodoh.
Siswa kelas 5 dan 6 selain suka menonton TV juga gemar bermain game (96%). Seperdelapan anak mengatakan bahwa mereka main game setiap hari. Sedangkan lama main game bervariasi yaitu antara 1 jam sampai lebih dari 3 jam.
DAFTAR PUSTAKA
1. Turnofftv.org oleh Yayasan Kita dan Buah Hati; dan Kidia.
2. www.click2map.com“KURANGI NONTON TV, NIKMATI HIDUP!”
3. Sejauh mana TV sudah melebihi seharusnya? hanyawanita.com
4. Ariesta Forestyani, Waspada Pengaruh Televisi Pada Anak 19-11-06 05:11
Darwin Marpaung, terjemahan dari Eden Communications , How To Get the Best Out of TV by Dale and Karen Mason, diterbitkan oleh Broadman & Holman, 1996.
Bahaya Merokok oleh lusti Amalia Bahar(Sdit Darul Abidin)
Kata Pengantar
Puji syukur kepada Allah S.W.T yang telah memberikan kekuatan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini.
Karya tulis ini berjudul Mengintai Bahaya Merokok. Karya tulis ini disusun sebagai tugas akhir dan menjadi syarat kelulusan. Tujuan penulis membahas tentang Mengintai Bahaya Merokok ini adalah agar:
1.Pembaca mengetahui tentang zat-zat yang terkandung pada rokok,
2.pambaca mengetahui tentang bahaya merokok, dan
3.Agar pambaca tidak merokok lagi
Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada:
1.ayah dan mama yang telah mendorong penulis menyelesaikan karya tulis ini
2.Bu heni selaku pembimbing dan wali kelas
3.teman-teman dan semua pihak yang tidak bisa di sebutkan namanya satu persatu
Akhirnya, saran dan kritik yang bersifat membangun sangat diharapkan untuk penyempurnakan pada waktu mendatang Semoga ALLAH S.W.T meridai niat baik kita
Puji syukur kepada Allah S.W.T yang telah memberikan kekuatan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini.
Karya tulis ini berjudul Mengintai Bahaya Merokok. Karya tulis ini disusun sebagai tugas akhir dan menjadi syarat kelulusan. Tujuan penulis membahas tentang Mengintai Bahaya Merokok ini adalah agar:
1.Pembaca mengetahui tentang zat-zat yang terkandung pada rokok,
2.pambaca mengetahui tentang bahaya merokok, dan
3.Agar pambaca tidak merokok lagi
Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada:
1.ayah dan mama yang telah mendorong penulis menyelesaikan karya tulis ini
2.Bu heni selaku pembimbing dan wali kelas
3.teman-teman dan semua pihak yang tidak bisa di sebutkan namanya satu persatu
Akhirnya, saran dan kritik yang bersifat membangun sangat diharapkan untuk penyempurnakan pada waktu mendatang Semoga ALLAH S.W.T meridai niat baik kita
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Bab Pendahuluan
Penyakit yang menimpa manusia sebagian besar diakibatkan oleh tindakan manusia itu sendiri. Penyakit itu antara lain sakit maag, sakit gigi, gagal ginjal, paru-paru, dan lain-lain. Pada karya tulis yang saya buat ini akan membahas salah satu penyebab penyakit yang berkaitan dengan paru-paru. Karya tulis ini terdiri dari 3 bab. Bab I adalah bagian pembuka. Bab II terdiri dari pendahuluan, pembahasan, dan simpulan. Bab III merupakan bagian penutup, terdiri dari daftar pustaka dan lampiran.
1.1.1 Latar Belakang
Karya tulis yang akan saya tulis berjudul MENGINTAI BAHAYA ROKOK. Rokok adalah gulungan tembakau yang dibungkus kertas atau daun. Cara menikmatinya dengan dihisap. Di dalam asap sebatang rokok terdapat lebih dari 3.800 zat kimia berbahaya, salah satunya adalah nikotin yang bersifat adiktif dan tar yang bersifat karsinogenik (beracun) yang dapat menimbulkan kanker paru-paru.(“STOP SMOKING”: Progresif Books hal 11). Para perokok biasanya sulit untuk menghentikan kebiasaannya, padahal penyakit yang disebabkan rokok dapat menyebabkan kematian. Entah mengapa perilaku kebiasaan merokok tak pernah surut baik di jalan-jalan, pasar, angkot, kantor, bahkan ada yang di sekolah. Oleh karena itu saya tertarik untuk menulis karya tulis tentang bahaya merokok.
1.1.2 Tujuan Pembahasan
Karya tulis yang berjudul MENGINTAI BAHAYA ROKOK ini saya buat bertujuan:
1. agar pembaca mengetahui tentang zat-zat yang terkandung pada rokok,
2. agar pembaca mengetahui tentang bahaya rokok, dan
3. agar pembaca tidak merokok lagi.
1.1.3 Ruang lingkup/pembatasan masalah
Karya tulis ini akan membahas berbagai hal yang berkaitan dengan rokok yaitu:
1. Apa itu rokok?
2. Zat-zat yang terkandung pada rokok,
3. Bahaya rokok (bagi perokok aktif dan perokok pasif),
4. Tidak merokok = (sama dengan) kaya.
1.1.4 Sumber data/populasi dan sample
Penulisan karya tulis ini mengambil data dan informasi dari berbagai buku antara lain STOP SMOKING, internet, majalah, koran, dan wawancara langsung kepada 10 responden. Jumlah respondennya dibatasi 10 orang saja karena keterbatasan waktu dan biaya yang dimiliki penulis. Responden pada karya tulis ini adalah perokok aktif.
PENDAHULUAN
1.1 Bab Pendahuluan
Penyakit yang menimpa manusia sebagian besar diakibatkan oleh tindakan manusia itu sendiri. Penyakit itu antara lain sakit maag, sakit gigi, gagal ginjal, paru-paru, dan lain-lain. Pada karya tulis yang saya buat ini akan membahas salah satu penyebab penyakit yang berkaitan dengan paru-paru. Karya tulis ini terdiri dari 3 bab. Bab I adalah bagian pembuka. Bab II terdiri dari pendahuluan, pembahasan, dan simpulan. Bab III merupakan bagian penutup, terdiri dari daftar pustaka dan lampiran.
1.1.1 Latar Belakang
Karya tulis yang akan saya tulis berjudul MENGINTAI BAHAYA ROKOK. Rokok adalah gulungan tembakau yang dibungkus kertas atau daun. Cara menikmatinya dengan dihisap. Di dalam asap sebatang rokok terdapat lebih dari 3.800 zat kimia berbahaya, salah satunya adalah nikotin yang bersifat adiktif dan tar yang bersifat karsinogenik (beracun) yang dapat menimbulkan kanker paru-paru.(“STOP SMOKING”: Progresif Books hal 11). Para perokok biasanya sulit untuk menghentikan kebiasaannya, padahal penyakit yang disebabkan rokok dapat menyebabkan kematian. Entah mengapa perilaku kebiasaan merokok tak pernah surut baik di jalan-jalan, pasar, angkot, kantor, bahkan ada yang di sekolah. Oleh karena itu saya tertarik untuk menulis karya tulis tentang bahaya merokok.
1.1.2 Tujuan Pembahasan
Karya tulis yang berjudul MENGINTAI BAHAYA ROKOK ini saya buat bertujuan:
1. agar pembaca mengetahui tentang zat-zat yang terkandung pada rokok,
2. agar pembaca mengetahui tentang bahaya rokok, dan
3. agar pembaca tidak merokok lagi.
1.1.3 Ruang lingkup/pembatasan masalah
Karya tulis ini akan membahas berbagai hal yang berkaitan dengan rokok yaitu:
1. Apa itu rokok?
2. Zat-zat yang terkandung pada rokok,
3. Bahaya rokok (bagi perokok aktif dan perokok pasif),
4. Tidak merokok = (sama dengan) kaya.
1.1.4 Sumber data/populasi dan sample
Penulisan karya tulis ini mengambil data dan informasi dari berbagai buku antara lain STOP SMOKING, internet, majalah, koran, dan wawancara langsung kepada 10 responden. Jumlah respondennya dibatasi 10 orang saja karena keterbatasan waktu dan biaya yang dimiliki penulis. Responden pada karya tulis ini adalah perokok aktif.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Rokok
Rokok biasanya berbentuk silinder terdiri dari kertas yang berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm, berwarna putih dan coklat. Biasanya berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah, ditambah sedikit racikan seperti cengkeh, saus rokok, serta racikan lainya untuk menikmati sebatang rokok, perlu dilakukan pembakaran pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujungnya yang lain.
Gambar rokok
Biasanya rokok dijual dalam bentuk kemasan kertas, dengan dua jenis rokok yaitu yang berfilter dan tidak berfilter. Filter terbuat dari bahan busa, serabut sintetis yang berfungsi menyaring nikotin.
Manusia pertama yang suka melakukan kegiatan merokok untuk keperluan ritual adalah suku bangsa Indian di Amerika, sekitar abad ke-16. Pada saat itu bangsa Eropa baru saja menemukan benua Amerika. Penjelajah dari Eropa ini ikut mencoba menghisap rokok. Kebiasaan merokok ini dijadikan kesenangan semata oleh bangsa Eropa, sedangkan suku bangsa Indian merokok untuk acara ritual. Pada abad 17 para pedagaang Spanyol masuk ke Turki, saat itulah kebiasaan merokok dikenal oleh negara-negara Islam. Saat itu, mereka tidak tahu akan bahayanya kebiasaan merokok ini. Ketika pada zaman Nabi, rokok belum ada maka dari itu Al-Qur’an tidak menyebutkan secara jelas aturannya, sebagaimana aturan mabuk-mabukan, berzina, dan makanan yang diharamkan. Tetapi banyak sekali penelitian membuktikan bahwa kebiasaan merokok bisa merusak tubuh kita, dan Islam tidak mengajarkan hal itu.
2.2 Kandungan dalam Rokok
Tembakau (Nicotiana spp., L) adalah tumbuhan berdaun lebar, asalnya dari daerah Amereika Utara dan Amerika Selatan. Biasanya daun ini sering digunakan sebagai bahan baku utama rokok.
Tembakau mengandung zat alkaloid nikotin, sejenis neurotoxin yang sangat ampuh jika digunakan pada serangga. Zat ini biasanya digunakan sebagai bahan utama insektisida (obat pembunuh serangga). Nikotin adalah sebuah senyawa kimia organik, merupakan sebuah alkaloid yang ditemukan secara alami di berbagai macam tumbuhan seperti tembakau dan tomat. Sebenarnya kandungan nikotin sangat pontesial sebagai racun saraf serangga.
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Rokok
Rokok biasanya berbentuk silinder terdiri dari kertas yang berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm, berwarna putih dan coklat. Biasanya berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah, ditambah sedikit racikan seperti cengkeh, saus rokok, serta racikan lainya untuk menikmati sebatang rokok, perlu dilakukan pembakaran pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujungnya yang lain.
Gambar rokok
Biasanya rokok dijual dalam bentuk kemasan kertas, dengan dua jenis rokok yaitu yang berfilter dan tidak berfilter. Filter terbuat dari bahan busa, serabut sintetis yang berfungsi menyaring nikotin.
Manusia pertama yang suka melakukan kegiatan merokok untuk keperluan ritual adalah suku bangsa Indian di Amerika, sekitar abad ke-16. Pada saat itu bangsa Eropa baru saja menemukan benua Amerika. Penjelajah dari Eropa ini ikut mencoba menghisap rokok. Kebiasaan merokok ini dijadikan kesenangan semata oleh bangsa Eropa, sedangkan suku bangsa Indian merokok untuk acara ritual. Pada abad 17 para pedagaang Spanyol masuk ke Turki, saat itulah kebiasaan merokok dikenal oleh negara-negara Islam. Saat itu, mereka tidak tahu akan bahayanya kebiasaan merokok ini. Ketika pada zaman Nabi, rokok belum ada maka dari itu Al-Qur’an tidak menyebutkan secara jelas aturannya, sebagaimana aturan mabuk-mabukan, berzina, dan makanan yang diharamkan. Tetapi banyak sekali penelitian membuktikan bahwa kebiasaan merokok bisa merusak tubuh kita, dan Islam tidak mengajarkan hal itu.
2.2 Kandungan dalam Rokok
Tembakau (Nicotiana spp., L) adalah tumbuhan berdaun lebar, asalnya dari daerah Amereika Utara dan Amerika Selatan. Biasanya daun ini sering digunakan sebagai bahan baku utama rokok.
Tembakau mengandung zat alkaloid nikotin, sejenis neurotoxin yang sangat ampuh jika digunakan pada serangga. Zat ini biasanya digunakan sebagai bahan utama insektisida (obat pembunuh serangga). Nikotin adalah sebuah senyawa kimia organik, merupakan sebuah alkaloid yang ditemukan secara alami di berbagai macam tumbuhan seperti tembakau dan tomat. Sebenarnya kandungan nikotin sangat pontesial sebagai racun saraf serangga.
Monday, February 11, 2008
Tanaman blukar yang bernilai ekonomis
itulah judul yang diambil oleh salah satu muridku"Balqis" salah satu judul karya ilmiahnya dapat menggugah rasa ingin tau yang lebih banyak tentang rosela, pembahasan yang disampaikan dengan alat peraga yang ditampilkan membuat rasa ingin tahu saya lebih dalam lagi, telebih lagi ketika dia menuangkan minuman yang bahan dasarnya bunga rosela. akhirnya pada akhir penyampaiaan materi saya meminta bibit rosela yang dibawanya untuk mencoba menanam dirumah dengan cara-cara yang dia sampaikan . tanks a lot Balqis.
Slamat ya.... kamu hebat !!
Slamat ya.... kamu hebat !!
sejarah komputer
RIO CHAIRI JULIO
Dengan terjadinya Perang Dunia Kedua, negara-negara yang terlibat dalam perang tersebut berusaha mengembangkan komputer untuk mengeksploit potensi strategis yang dimiliki komputer. Hal ini meningkatkan pendanaan pengembangan komputer serta mempercepat kemajuan teknik komputer. Pada tahun 1941, Konrad Zuse, seorang insinyur Jerman membangun sebuah komputer, Z3, untuk mendesain pesawat terbang dan peluru kendali.
Pihak sekutu juga membuat kemajuan lain dalam pengembangan kekuatan komputer. Tahun 1943, pihak Inggris menyelesaikan komputer pemecah kode rahasia yang dinamakan Colossus untuk memecahkan kode-rahasia yang digunakan Jerman. Dampak pembuatan Colossus tidak terlalu mempengaruhi perkembangan industri komputer dikarenakan dua alasan. Pertama, colossus bukan merupakan komputer serbaguna (general-purpose computer), ia hanya didesain untuk memecahkan kode rahasia. Kedua, keberadaan mesin ini dijaga kerahasiaannya hingga satu dekade setelah perang berakhir.
Usaha yang dilakukan oleh pihak Amerika pada saat itu menghasilkan suatu kemajuan lain. Howard H. Aiken (1900-1973), seorang insinyur Harvard yang bekerja dengan IBM, berhasil memproduksi kalkulator elektronik untuk US Navy. Kalkulator tersebut berukuran panjang setengah lapangan bola kaki dan memiliki rentang kabel sepanjang 500 mil. The Harvd-IBM Automatic Sequence Controlled Calculator, atau Mark I, merupakan komputer relai elektronik. Ia menggunakan sinyal elektromagnetik untuk menggerakkan komponen mekanik. Mesin tersebut beropreasi dengan lambat (ia membutuhkan 3-5 detik untuk setiap perhitungan) dan tidak fleksibel (urutan kalkulasi tidak dapat diubah). Kalkulator tersebut dapat melakukan perhitungan aritmatik dasar dan persamaan yang lebih kompleks.
Perkembangan komputer lain pada masa kini adalah Electronic Numerical Integrator and Computer (ENIAC), yang dibuat oleh kerjasama antara pemerintah Amerika Serikat dan University of Pennsylvania . Terdiri dari 18.000 tabung vakum, 70.000 resistor, dan 5 juta titik solder, komputer tersebut merupakan mesin yang sangat besar yang mengkonsumsi daya sebesar 160kW.
Komputer ini dirancang oleh John Presper Eckert (1919-1995) dn John W. Mauchly (1907-1980), ENIAC merupakan komputer serbaguna (general purpose computer) yang bekerja 1000 kali lebih cepat dibandingkan Mark I.
Pada pertengahan 1940-an, John von Neumann (1903-1957) bergabung dengan tim University of Pennsylvania dalam usha membangun konsep desin komputer yang hingga 40 tahun mendatang masih dipakai dalam teknik komputer. Von Neumann mendesain Electronic Discrete Variable Automatic Computer(EDVAC) pada tahun 1945 dengan sebuh memori untuk menampung baik program ataupun data. Teknik ini memungkinkan komputer untuk berhenti pada suatu saat dan kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali. Kunci utama arsitektur von Neumann adalah unit pemrosesan sentral (CPU), yang memungkinkan seluruh fungsi komputer untuk dikoordinasikan melalui satu sumber tunggal. Tahun 1951, UNIVAC I (Universal Automatic Computer I) yang dibuat oleh Remington Rand, menjadi komputer komersial pertama yang memanfaatkan model arsitektur von Neumann tersebut.
Baik Badan Sensus Amerika Serikat dan General Electric memiliki UNIVAC. Salah satu hasil mengesankan yang dicapai oleh UNIVAC dalah keberhasilannya dalam memprediksi kemenangan Dwilight D. Eisenhower dalam pemilihan presiden tahun 1952.
Komputer Generasi pertama dikarakteristik dengan fakta bahwa instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk suatu tugas tertentu. Setiap komputer memiliki program kode-biner yang berbeda yang disebut “bahasa mesin” (machine language). Hal ini menyebabkan komputer sulit untuk diprogram dan membatasi kecepatannya. Ciri lain komputer generasi pertama adalah penggunaan tube vakum (yang membuat komputer pada masa tersebut berukuran sangat besar) dn silinder magnetik untuk penyimpanan data.
SEJARAH KOMPUTER Tahukah anda bahawa komputer yang anda gunakan pada hari ini telah berkembang teknologinya sejak 6 dekad yang lepas, bahkan pada ianya dicipta, anda mungkin belum dilahirkan lagi. Sejarah perkembangan komputer telah lama bermula iailu sejak tahun 1940 dan dapat dibahagikan kepada 4 generasi dari menggunakan elektronik sepenuhnya sehinggalah kepada penggunaan mikro komputer. Mari kita lihat perkembangan generasi komputer yang telah dihuraikan oleh pengkaji-pengkaji bidang ini. 1) GENERASI PERTAMA (1940-1959) Komputer dihasilkan adalah elektronik sepenuhnya. Saiznya agak besar (hampir menyamai sebuah bilik tidur) dan dikategorikan kepada Kerangka Utama (Mainframe), la menggunakan tiub vakum untuk memproses dan menyimpan maklumat. Tiub vakum berukuran seperti mentol lampu kecil yang cepat panas dan mudah terbakar. Jumlah tiub vakum yang diperlukan amat banyak agar tidak menjejaskan keupayaan komputer. la juga menggunakan tenaga elektrik dengan banyak. Pada tahun 1946, menyaksikan komputer elektronik sepenuhnya direka oleh Dr. John Mauchly dan Prosper Eckert telah mencipta ENIAC (Electronic Numerical Integrator And Calculator). ENIAC mengambil ruang sebanyak 140 meter persegi, berat 30 ton, menggunakan 130 kilowatt tenaga dan 1800 tiub vakum. Ingatannya disimpan diluar dengan menggunakan suiz dan wayar. la berupaya melakukan 5000 pencampuran dan 300 pendaraban sesaat. la dikendalikan oleh hanya jurutera terlatih. John Von Neumann akhirnya mencadangkan penggunaan Konsep Aturcara Tersimpan iaitu komputer menyimpan ingatan di dalam storan utama. la menggunakan nombor binari. Dr. John Mauchly dan Prosper Eckert sekali lagi mencipta EDVAC (Electronic Discrete Variable Automatic Computer) yang mengurangkan penggunaan tiub vakum. la lebih cekap dari ENIAC dan menggunakan Konsep Aturcara Tersimpan. EDSAC (Electronic Delay Storage Automatic Calculator) yang menggunakan raksa dan tiub vakum untuk menyimpan ingatan telah dicipta. UNIVAC1 (Universal Automatik Calculator) ciptaan Dr. John Mauchly dan Prosper Eckert mula dikeluarkan pada tahun 1951 adalah komputer pertama yang digunakan untuk memproses data perniagaan. la juga menggunakan raksa untuk storan. 2) GENERASI KEDUA (1959-1964) Transistor dan diod digunakan bagi menggantikan tiub vakum walaupun ia mudah terbakar. Cara baru untuk menyimpan ingatan iaitu Teras Magnetik diperkenalkan. la menggunakan besi-besi halus yang dililit oleh litar elektrik. Keupayaannya memproses lebih besar. la mula menggunakan bahasa pengaturcaraan peringkat tinggi iaitu FOTRAN(1954) dan COBOL(1959) bagi menggantikan bahasa mesin. Minikomputer dihasilkan. la lebih murah dan lebih kecil berbanding dengan Kerangka Utama. la digunakan bagi tujuan memproses data perniagaan, universiti selain di bidang ketenteraan. (Contoh : DEC PDP-8, IBM 7090 dan IBM 7094) 3) GENERASI KETIGA (1964-1980) la bermula apabila IBM (Internatinal Business Machine) memperkenalkan Sistem/360 iaitu Kerangka Utama yang mengandungi alatan-alatan yang lengkap bagi memenuhi semua keperluan pengaturcaraan pada masa tersebut.Sistem/360 memperkenalkan ciri baru Sistem Pengoperasian iaitu Konsep Perkongsian Masa. Sistem ini adalah satu kumpulan aturcara yang mengurus dan menyelaras keseluruhan operasi komputer, la memudahkan penggunaan komputer. Disimpan secara kekal dalam Ingatan Utama (ROM) komputer atau storan sekunder. Konsep ini membenarkan penggunaan banyak stesen secara berasaingan dan dikawal oleh Sistem Induk dimana pemprosesan boleh dilakukan serentak pada sesuatu masa walaupun stesen yang lain digunakan. Supercomputer seperti Cray-1 diperkenalkan bagi mengkaji cuaca dan alam semulajadi. 4) GENERASI KEEMPAT (1980-sekarang) Penyelidikan microelektronik telah berjaya menghasilkan Litar Bersepadu/Terkamir atau Cip dimana beribu transistor dipadatkan didalam kepingan empat segi silikon melalui proses Pengamiran Skala Besar (Large Scale Integration). Cip mula menggantikan transistor sebagai bahan logik komputer. MicroKomputer merupakan yang terkecil didalam keluarga komputer digital mula dinasilkan seperti Apple II, IBM PC, NEC PC dan Sinclair. Bahasa pengaturcaraan BASIC, Pascal, PL/1 C dan Logo mula digunakan. Kebanyakan komputer dibekalkan dengan bahasa secara "bina-dalam" di dalam ROM untuk bahasa BASIC. Bahasa ini merupakan bahasa yang paling popular untuk microkompuler. Perisian tambahan juga diperkenalkan bagi membantu penyelesaian masalah. Laptop, Notebook, Handheld dan Palmtop diperkenalkan. la lebih kecil dari Microkomputer serta mudah dibawa ke mana-mana. Internet iaitu Sistem Rangkaian yang luas menggunakan protokol TCP/IP diperkenalkan sebagai rangkaian perkongsian maklumat secara global. (Processor 6086,80286, 80386,80486, Pentium, Celeron, Pentium II, Pentium 111 dan Pentium 4) Sejak dahulu kala, proses pengolahan data telah dilakukan oleh manusia. Manusia juga menemukan alat-alat mekanik dan elektronik untuk membantu manusia dalam penghitungan dan pengolahan data supaya bisa mendapatkan hasil lebih cepat. Komputer yang kita temui saat ini adalah suatu evolusi panjang dari penemuan-penemuan manusia sejah dahulu kala berupa alat mekanik maupun elektronik.Saat ini komputer dan piranti pendukungnya telah masuk dalam setiap aspek kehidupan dan pekerjaan. Komputer yang ada sekarang memiliki kemampuan yang lebih dari sekedar perhitungan matematik biasa. Diantaranya adalah sistem komputer di kassa supermarket yang mampu membaca kode barang belanjaan, sentral telepon yang menangani jutaan panggilan dan komunikasi, jaringan komputer dan internet yang mennghubungkan berbagai tempat di dunia.Bagaimanapun juga alat pengolah data dari sejak jaman purba sampai saat ini bisa kita golongkan ke dalam 4 golongan besar.1. Peralatan manual: yaitu peralatan pengolahan data yang sangat sederhana, dan faktor terpenting dalam pemakaian alat adalah menggunakan tenaga tangan manusia2. Peralatan Mekanik: yaitu peralatan yang sudah berbentuk mekanik yang digerakkan dengan tangan secara manual3. Peralatan Mekanik Elektronik: Peralatan mekanik yang digerakkan oleh secara otomatis oleh motor elektronik4. Peralatan Elektronik: Peralatan yang bekerjanya secara elektronik penuh Tulisan ini akan memberikan gambaran tentang sejarah komputer dari masa ke masa, terutama alat pengolah data pada golongan 2, 3, dan 4. Klasifikasi komputer berdasarkan Generasi juga akan dibahas secara lengkap pada tulisan ini.ALAT HITUNG TRADISIONAL dan KALKULATOR MEKANIKAbacus, yang muncul sekitar 5000 tahun yang lalu di Asia kecil dan masih digunakan di beberapa tempat hingga saat ini, dapat dianggap sebagai awal mula mesin komputasi. Alat ini memungkinkan penggunanya untuk melakukan perhitungan menggunakan biji-bijian geser yang diatur pada sebuh rak. Para pedagang di masa itu menggunakan abacus untuk menghitung transaksi perdagangan. Seiring dengan munculnya pensil dan kertas, terutama di Eropa, abacus kehilangan popularitasnya.Setelah hampir 12 abad, muncul penemuan lain dalam hal mesin komputasi. Pada tahun 1642, Blaise Pascal (1623-1662), yang pada waktu itu berumur 18 tahun, menemukan apa yang ia sebut sebagai kalkulator roda numerik (numerical wheel calculator) untuk membantu ayahnya melakukan perhitungan pajak. Kotak persegi kuningan ini yang dinamakan Pascaline, menggunakan delapan roda putar bergerigi untuk menjumlahkan bilangan hingga delapan digit. Alat ini merupakan alat penghitung bilangan berbasis sepuluh. Kelemahan alat ini adalah hanya terbataas untuk melakukan penjumlahan.Tahun 1694, seorang matematikawan dan filsuf Jerman, Gottfred Wilhem von Leibniz (1646-1716) memperbaiki Pascaline dengan membuat mesin yang dapat mengalikan. Sama seperti pendahulunya, alat mekanik ini bekerja dengan menggunakan roda-roda gerigi.Dengan mempelajari catatan dan gambar-gambar yang dibuat oleh Pascal, Leibniz dapat menyempurnakan alatnya. Barulah pada tahun 1820, kalkulator mekanik mulai populer. Charles Xavier Thomas de Colmar menemukan mesin yang dapat melakukan empat fungsi aritmatik dasar. Kalkulator mekanik Colmar, arithometer, mempresentasikan pendekatan yang lebih praktis dalam kalkulasi karena alat tersebut dapat melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Dengan kemampuannya, arithometer banyak dipergunakan hingga masa Perang Dunia I. Bersama-sama dengan Pascal dan Leibniz, Colmar membantu membangun era komputasi mekanikal.Awal mula komputer yang sebenarnya dibentuk oleh seoarng profesor matematika Inggris, Charles Babbage (1791-1871). Tahun 1812, Babbage memperhatikan kesesuaian alam antara mesin mekanik dan matematika:mesin mekanik sangat baik dalam mengerjakan tugas yang sama berulangkali tanpa kesalahan; sedang matematika membutuhkan repetisi sederhana dari suatu langkah-langkah tertenu. Masalah tersebut kemudain berkembang hingga menempatkan mesin mekanik sebagai alat untuk menjawab kebutuhan mekanik. Usaha Babbage yang pertama untuk menjawab masalah ini muncul pada tahun 1822 ketika ia mengusulkan suatu mesin untuk melakukan perhitungan persamaan differensil. Mesin tersebut dinamakan Mesin Differensial. Dengan menggunakan tenaga uap, mesin tersebut dapat menyimpan program dan dapat melakukan kalkulasi serta mencetak hasilnya secara otomatis. Setelah bekerja dengan Mesin Differensial selama sepuluh tahun, Babbage tiba-tiba terinspirasi untuk memulai membuat komputer general-purpose yang pertama, yang disebut Analytical Engine. Asisten Babbage, Augusta Ada King (1815-1842) memiliki peran penting dalam pembuatan mesin ini. Ia membantu merevisi rencana, mencari pendanaan dari pemerintah Inggris, dan mengkomunikasikan spesifikasi Anlytical Engine kepada publik. Selain itu, pemahaman Augusta yang baik tentang mesin ini memungkinkannya membuat instruksi untuk dimasukkan ke dlam mesin dan juga membuatnya menjadi programmer wanita yang pertama. Pada tahun 1980, Departemen Pertahanan Amerika Serikat menamakan sebuah bahasa pemrograman dengan nama ADA sebagai penghormatan kepadanya.Mesin uap Babbage, walaupun tidak pernah selesai dikerjakan, tampak sangat primitif apabila dibandingkan dengan standar masa kini. Bagaimanapun juga, alat tersebut menggambarkan elemen dasar dari sebuah komputer modern dan juga mengungkapkan sebuah konsep penting. Terdiri dari sekitar 50.000 komponen, desain dasar dari Analytical Engine menggunakan kartu-kartu perforasi (berlubang-lubang) yang berisi instruksi operasi bagi mesin tersebut. Pada 1889, Herman Hollerith (1860-1929) juga menerapkan prinsip kartu perforasi untuk melakukan penghitungan. Tugas pertamanya adalah menemukan cara yang lebih cepat untuk melakukan perhitungan bagi Biro Sensus Amerika Serikat. Sensus sebelumnya yang dilakukan di tahun 1880 membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikan perhitungan. Dengan berkembangnya populasi, Biro tersebut memperkirakan bahwa dibutuhkan waktu sepuluh tahun untuk menyelesaikan perhitungan sensus.Hollerith menggunakan kartu perforasi untuk memasukkan data sensus yang kemudian diolah oleh alat tersebut secara mekanik. Sebuah kartu dapat menyimpan hingga 80 variabel. Dengan menggunakan alat tersebut, hasil sensus dapat diselesaikan dalam waktu enam minggu. Selain memiliki keuntungan dalam bidang kecepatan, kartu tersebut berfungsi sebagai media penyimpan data. Tingkat kesalahan perhitungan juga dpat ditekan secara drastis. Hollerith kemudian mengembangkan alat tersebut dan menjualny ke masyarakat luas. Ia mendirikan Tabulating Machine Company pada tahun 1896 yang kemudian menjadi International Business Machine (1924) setelah mengalami beberapa kali merger. Perusahaan lain seperti Remington Rand and Burroghs juga memproduksi alat pembac kartu perforasi untuk usaha bisnis. Kartu perforasi digunakan oleh kalangan bisnis dgn pemerintahan untuk permrosesan data hingga tahun 1960.Pada masa berikutnya, beberapa insinyur membuat p enemuan baru lainnya. Vannevar Bush (1890- 1974) membuat sebuah kalkulator untuk menyelesaikan persamaan differensial di tahun 1931. Mesin tersebut dapat menyelesaikan persamaan differensial kompleks yang selama ini dianggap rumit oleh kalangan akademisi. Mesin tersebut sangat besar dan berat karena ratusan gerigi dan poros yang dibutuhkan untuk melakukan perhitungan. Pada tahun 1903, John V. Atanasoff dan Clifford Berry mencoba membuat komputer elektrik yang menerapkan aljabar Boolean pada sirkuit elektrik. Pendekatan ini didasarkan pada hasil kerja George Boole (1815-1864) berupa sistem biner aljabar, yang menyatakan bahwa setiap persamaan matematik dapat dinyatakan sebagai benar atau salah. Dengan mengaplikasikan kondisi benar-salah ke dalam sirkuit listrik dalam bentuk terhubung-terputus, Atanasoff dan Berry membuat komputer elektrik pertama di tahun 1940. Namun proyek mereka terhenti karena kehilangan sumber pendanaan.KOMPUTER GENERASI PERTAMADengan terjadinya Perang Dunia Kedua, negara-negara yang terlibat dalam perang tersebut berusaha mengembangkan komputer untuk mengeksploit potensi strategis yang dimiliki komputer. Hal ini meningkatkan pendanaan pengembangan komputer serta mempercepat kemajuan teknik komputer. Pada tahun 1941, Konrad Zuse, seorang insinyur Jerman membangun sebuah komputer, Z3, untuk mendesain pesawat terbang dan peluru kendali.Pihak sekutu juga membuat kemajuan lain dalam pengembangan kekuatan komputer. Tahun 1943, pihak Inggris menyelesaikan komputer pemecah kode rahasia yang dinamakan Colossus untuk memecahkan kode-rahasia yang digunakan Jerman. Dampak pembuatan Colossus tidak terlalu mempengaruhi perkembangan industri komputer dikarenakan dua alasan. Pertama, colossus bukan merupakan komputer serbaguna (general-purpose computer), ia hanya didesain untuk memecahkan kode rahasia. Kedua, keberadaan mesin ini dijaga kerahasiaannya hingga satu dekade setelah perang berakhir.Usaha yang dilakukan oleh pihak Amerika pada saat itu menghasilkan suatu kemajuan lain. Howard H. Aiken (1900-1973), seorang insinyur Harvard yang bekerja dengan IBM, berhasil memproduksi kalkulator elektronik untuk US Navy. Kalkulator tersebut berukuran panjang setengah lapangan bola kaki dan memiliki rentang kabel sepanjang 500 mil. The Harvd-IBM Automatic Sequence Controlled Calculator, atau Mark I, merupakan komputer relai elektronik. Ia menggunakan sinyal elektromagnetik untuk menggerakkan komponen mekanik. Mesin tersebut beropreasi dengan lambat (ia membutuhkan 3-5 detik untuk setiap perhitungan) dan tidak fleksibel (urutan kalkulasi tidak dapat diubah). Kalkulator tersebut dapat melakukan perhitungan aritmatik dasar dan persamaan yang lebih kompleks. Perkembangan komputer lain pada masa kini adalah Electronic Numerical Integrator and Computer (ENIAC), yang dibuat oleh kerjasama antara pemerintah Amerika Serikat dan University of Pennsylvania. Terdiri dari 18.000 tabung vakum, 70.000 resistor, dan 5 juta titik solder, komputer tersebut merupakan mesin yang sangat besar yang mengkonsumsi daya sebesar 160kW. Komputer ini dirancang oleh John Presper Eckert (1919-1995) dn John W. Mauchly (1907-1980), ENIAC merupakan komputer serbaguna (general purpose computer) yang bekerja 1000 kali lebih cepat dibandingkan Mark I.Pada pertengahan 1940-an, John von Neumann (1903-1957) bergabung dengan tim University of Pennsylvania dalam usha membangun konsep desin komputer yang hingga 40 tahun mendatang masih dipakai dalam teknik komputer. Von Neumann mendesain Electronic Discrete Variable Automatic Computer(EDVAC) pada tahun 1945 dengan sebuh memori untuk menampung baik program ataupun data. Teknik ini memungkinkan komputer untuk berhenti pada suatu saat dan kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali. Kunci utama arsitektur von Neumann adalah unit pemrosesan sentral (CPU), yang memungkinkan seluruh fungsi komputer untuk dikoordinasikan melalui satu sumber tunggal. Tahun 1951, UNIVAC I (Universal Automatic Computer I) yang dibuat oleh Remington Rand, menjadi komputer komersial pertama yang memanfaatkan model arsitektur von Neumann tersebut.Baik Badan Sensus Amerika Serikat dan General Electric memiliki UNIVAC. Salah satu hasil mengesankan yang dicapai oleh UNIVAC dalah keberhasilannya dalam memprediksi kemenangan Dwilight D. Eisenhower dalam pemilihan presiden tahun 1952. Komputer Generasi pertama dikarakteristik dengan fakta bahwa instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk suatu tugas tertentu. Setiap komputer memiliki program kode-biner yang berbeda yang disebut “bahasa mesin” (machine language). Hal ini menyebabkan komputer sulit untuk diprogram dan membatasi kecepatannya.Ciri lain komputer generasi pertama adalah penggunaan tube vakum (yang membuat komputer pada masa tersebut berukuran sangat besar) dn silinder magnetik untuk penyimpanan data.KOMPUTER GENERASI KEDUAPada tahun 1948, penemuan transistor sangat mempengaruhi perkembangan komputer. Transistor menggantikan tube vakum di televisi, radio, dan komputer. Akibatnya, ukuran mesin-mesin elektrik berkurang drastis.Transistor mulai digunakan di dalam komputer mulai pada tahun 1956. Penemuan lain yang berupa pengembangan memori inti-magnetik membantu pengembangan komputer generasi kedua yang lebih kecil, lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan lebih hemat energi dibanding para pendahulunya. Mesin pertama yang memanfaatkan teknologi baru ini adalah superkomputer. IBM membuat superkomputer bernama Stretch, dan Sprery-Rand membuat komputer bernama LARC. Komputer-komputer ini, yang dikembangkan untuk laboratorium energi atom, dapat menangani sejumlah besar data, sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan oleh peneliti atom. Mesin tersebut sangat mahal dan cenderung terlalu kompleks untuk kebutuhan komputasi bisnis, sehingga membatasi kepopulerannya. Hanya ada dua LARC yang pernah dipasang dan digunakan: satu di Lawrence Radiation Labs di Livermore, California, dan yang lainnya di US Navy Research and Development Center di Washington D.C. Komputer generasi kedua menggantikan bahasa mesin dengan bahasa assembly. Bahasa assembly adalah bahasa yang menggunakan singkatan-singakatan untuk menggantikan kode biner.Pada awal 1960-an, mulai bermunculan komputer generasi kedua yang sukses di bidang bisnis, di universitas, dan di pemerintahan. Komputer-komputer generasi kedua ini merupakan komputer yang sepenuhnya menggunakan transistor. Mereka juga memiliki komponen-komponen yang dapat diasosiasikan dengan komputer pada saat ini: printer, penyimpanan dalam disket, memory, sistem operasi, dan program.Salah satu contoh penting komputer pada masa ini adalah IBM 1401 yang diterima secaa luas di kalangan industri. Pada tahun 1965, hampir seluruh bisnis-bisnis besar menggunakan komputer generasi kedua untuk memproses informasi keuangan. Program yang tersimpan di dalam komputer dan bahasa pemrograman yang ada di dalamnya memberikan fleksibilitas kepada komputer. Fleksibilitas ini meningkatkan kinerja dengan harga yang pantas bagi penggunaan bisnis. Dengan konsep ini, komputer dapa tmencetak faktur pembelian konsumen dan kemudian menjalankan desain produk atau menghitung daftar gaji. Beberapa bahasa pemrograman mulai bermunculan pada saat itu. Bahasa pemrograman Common Business-Oriented Language (COBOL) dan Formula Translator (FORTRAN) mulai umum digunakan. Bahasa pemrograman ini menggantikan kode mesin yang rumit dengan kata-kata, kalimat, dan formula matematika yang lebih mudah dipahami oleh manusia. Hal ini memudahkan seseorang untuk memprogram dan mengatur komputer. Berbagai macam karir baru bermunculan (programmer, analyst, dan ahli sistem komputer). Industri piranti lunak juga mulai bermunculan dan berkembang pada masa komputer generasi kedua ini.KOMPUTER GENERASI KETIGAWalaupun transistor dalam banyak hal mengungguli tube vakum, namun transistor menghasilkan panas yang cukup besar, yang dapat berpotensi merusak bagian-bagian internal komputer. Batu kuarsa (quartz rock) menghilangkan masalah ini. Jack Kilby, seorang insinyur di Texas Instrument, mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC : integrated circuit) di tahun 1958. IC mengkombinasikan tiga komponen elektronik dalam sebuah piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa. Pada ilmuwan kemudian berhasil memasukkan lebih banyak komponen-komponen ke dalam suatu chiptunggal yang disebut semikonduktor. Hasilnya, komputer menjadi semakin kecil karena komponenkomponendapat dipadatkan dalam chip. Kemajuan komputer generasi ketiga lainnya adalah penggunaan sistem operasi (operating system) yang memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara serentak dengan sebuah program utama yang memonitor dan mengkoordinasi memori komputer.KOMPUTER GENERASI KEEMPATSetelah IC, tujuan pengembangan menjadi lebih jelas: mengecilkan ukuran sirkuit dan komponenkomponen elektrik. Large Scale Integration (LSI) dapat memuat ratusan komponen dalam sebuah chip. Pada tahun 1980-an, Very Large Scale Integration (VLSI) memuat ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal.Ultra-Large Scale Integration (ULSI) meningkatkan jumlah tersebut menjadi jutaan. Kemampuan untuk memasang sedemikian banyak komponen dalam suatu keping yang berukurang setengah keping uang logam mendorong turunnya harga dan ukuran komputer. Hal tersebut juga meningkatkan daya kerja, efisiensi dan keterandalan komputer. Chip Intel 4004 yang dibuat pada tahun 1971 membawa kemajuan pada IC dengan meletakkan seluruh komponen dari sebuah komputer (central processing unit, memori, dan kendali input/output) dalam sebuah chip yang sangat kecil. Sebelumnya, IC dibuat untuk mengerjakan suatu tugas tertentu yang spesifik. Sekarang, sebuah mikroprosesor dapat diproduksi dan kemudian diprogram untuk memenuhi seluruh kebutuhan yang diinginkan. Tidak lama kemudian, setiap perangkat rumah tangga seperti microwave oven, televisi, dn mobil dengan electronic fuel injection dilengkapi dengan mikroprosesor.Perkembangan yang demikian memungkinkan orang-orang biasa untuk menggunakan komputer biasa. Komputer tidak lagi menjadi dominasi perusahaan-perusahaan besar atau lembaga pemerintah. Pada pertengahan tahun 1970-an, perakit komputer menawarkan produk komputer mereka ke masyarakat umum. Komputer-komputer ini, yang disebut minikomputer, dijual dengan paket piranti lunak yang mudah digunakan oleh kalangan awam. Piranti lunak yang paling populer pada saat itu adalah program word processing dan spreadsheet. Pada awal 1980-an, video game seperti Atari 2600 menarik perhatian konsumen pada komputer rumahan yang lebih canggih dan dapat diprogram.Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer (PC) untuk penggunaan di rumah, kantor, dan sekolah. Jumlah PC yang digunakan melonjak dari 2 juta unit di tahun 1981 menjadi 5,5 juta unit di tahun 1982. Sepuluh tahun kemudian, 65 juta PC digunakan. Komputer melanjutkan evolusinya menuju ukuran yang lebih kecil, dari komputer yang berada di atas meja (desktop computer) menjadi komputer yang dapat dimasukkan ke dalam tas (laptop), atau bahkan komputer yang dapat digenggam (palmtop).IBM PC bersaing dengan Apple Macintosh dalam memperebutkan pasar komputer. Apple Macintosh menjadi terkenal karena mempopulerkan sistem grafis pada komputernya, sementara saingannya masih menggunakan komputer yang berbasis teks. Macintosh juga mempopulerkan penggunaan piranti mouse.Pada masa sekarang, kita mengenal perjalanan IBM compatible dengan pemakaian CPU: IBM PC/486, Pentium, Pentium II, Pentium III, Pentium IV (Serial dari CPU buatan Intel). Juga kita kenal AMD k6, Athlon, dsb. Ini semua masuk dalam golongan komputer generasi keempat. Seiring dengan menjamurnya penggunaan komputer di tempat kerja, cara-cara baru untuk menggali potensial terus dikembangkan. Seiring dengan bertambah kuatnya suatu komputer kecil, komputerkomputer tersebut dapat dihubungkan secara bersamaan dalam suatu jaringan untuk saling berbagi memori, piranti lunak, informasi, dan juga untuk dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Komputer jaringan memungkinkan komputer tunggal untuk membentuk kerjasama elektronik untuk menyelesaikan suatu proses tugas. Dengan menggunakan perkabelan langsung (disebut juga local area network, LAN), atau kabel telepon, jaringan ini dapat berkembang menjadi sangat besar.KOMPUTER GENERASI KELIMAMendefinisikan komputer generasi kelima menjadi cukup sulit karena tahap ini masih sangat muda. Contoh imajinatif komputer generasi kelima adalah komputer fiksi HAL9000 dari novel karya Arthur C. Clarke berjudul 2001:Space Odyssey. HAL menampilkan seluruh fungsi yang diinginkan dari sebuah komputer generasi kelima. Dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence), HAL dapat cukup memiliki nalar untuk melakukan percapakan dengan manusia, menggunakan masukan visual, dan belajar dari pengalamannya sendiri.Walaupun mungkin realisasi HAL9000 masih jauh dari kenyataan, banyak fungsi-fungsi yang dimilikinya sudah terwujud. Beberapa komputer dapat menerima instruksi secara lisan dan mampu meniru nalar manusia. Kemampuan untuk menterjemahkan bahasa asing juga menjadi mungkin. Fasilitas ini tampak sederhan. Namun fasilitas tersebut menjadi jauh lebih rumit dari yang diduga ketika programmer menyadari bahwa pengertia manusia sangat bergantung pada konteks dan pengertian ketimbang sekedar menterjemahkan kata-kata secara langsung.Banyak kemajuan di bidang desain komputer dan teknologi semkain memungkinkan pembuatan komputer generasi kelima. Dua kemajuan rekayasa yang terutama adalah kemampuan pemrosesan paralel, yang akan menggantikan model non Neumann. Model non Neumann akan digantikan dengan sistem yang mampu mengkoordinasikan banyak CPU untuk bekerja secara serempak Kemajuan lain adalah teknologi superkonduktor yang memungkinkan aliran elektrik tanpa ada hambatan apapun, yang nantinya dapat mempercepat kecepatan informasi.Jepang adalah negara yang terkenal dalam sosialisasi jargon dan proyek komputer generasi kelima. Lembaga ICOT (Institute for new Computer Technology) juga dibentuk untuk merealisasikannya. Banyak kabar yang menyatakan bahwa proyek ini telah gagal, namun beberapa informasi lain bahwa keberhasilan proyek komputer generasi kelima ini akan membawa perubahan baru paradigma komputerisasi di dunia. Kita tunggu informasi mana yang lebih valid dan membuahkan hasil.
Hasil karya falah
Subhanallah Falah telah menyelasaikan salah satu syarat kelulusan sekolah dasar SDIT Darul Abidin yaitu karya tulis yang cukup menarik dia mengabil judul "Memelihara Kelinci di Rumah".wah kalo kita mungkin sedikir risik dengan bau pipisnya tapi tidak buat Falah. ketika saya tanya kenapa dia mengambil judul ini lalu dia manjawab...
"karena pernah memelihara kelinci di rumah dan tetap hidup hingga dapat berkembangbiak" untuk lebih jelasnya kunjungi falahrasid.blogspot.com
"karena pernah memelihara kelinci di rumah dan tetap hidup hingga dapat berkembangbiak" untuk lebih jelasnya kunjungi falahrasid.blogspot.com
Subscribe to:
Posts (Atom)
