Monday, November 17, 2008

KEPEMIMPINAN

kaderisasi kepemimpinan merupakan hal yang telah dilakukan di Yayasan Darul Abidin yang diperakarsai oleh Dra. Dumilah Ayuningtyas MARS, Yessy Yanita, M.Pd, Endah Tri Kusumawati, M.Pd dan M Hary Widi Asmoro, S.Pd. tujuan dari kaderisasi ini persiapan regenerasi kepemimpinan yang berhubungan dengan peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan yayasan Darul Abidin. Yayasan sangat sadar kualitas pendidikan merupakan modal dasar bagi perkembangan/ menciptakan individu-individu berkualitas. peserta kaderisasi merupakan pilihan dari setiap individu yang merasa teman atau peserta lain sanggup dan pantas dengan didasari kopetensi yang dimilikinya. para peserta kaderisasi mendapatkan bekal berupa materi yang berhubungan dengan kepemimpinan seperti


  • Vision &Mision
  • leadership
  • Team Work Building
  • Diffusion of Innovation
  • The Quality Of Learning Process
  • A School Based Knowledge Management
  • Building Truty & Making Effektive Comunication
  • Total Quality Management

mudah-mudahan dengan adanya kaderisasi seperti ini dapat membuka wahana baru kepemimpinan yang lebih terbuka, berkualitas dan bertanggung jawab.

Foto. Endah Tri Kusumawati M.Pd. Kepala sekolah SDIT Darul Abidin Depok

Wednesday, November 5, 2008

JaM TaMbAhAn Di SDIT Darul Abidin Depok

Bidang studi program jam tambahan
- Bahasa Indonesia
- Matematika
- Ipa
- Sosial


Tujuan
- memberikan jam tambahan kepada siswa yang lebih membutuhkan
- mengembangkan kemampuan siswa dalam mengembangkan kemampuan diri
- mengembangkan kemandirian siswa
- mengembangkan kemampuan siswa dalam memenuhi standar kopetensi
- mempersiapkan siswa lebih sisp menghadapi ujian nasional
- memberikan yang terbaik bagi siswa dan sekolah untuk mendapatkan hasil yang optimal

Kriteria peserta program jam tambahan
Hasil evaluasi guru kelas, yang menunjukkan siswa kurang mampu memahami kosep dasar
Hasil evaluasi guru kelas, yang menunjukkan siswa kurang mampu memahami materi pembelajaran
Hasil evaluasi guru kelas, yang menunjukkan siswa kurang mampu mengerjalan soal-soal kompleks
Hasil evaluasi guru kelas, yang menunjukkan siswa tidak mampu mengerjakan soal-soal kompleks
Hasil evaluasi guru kelas, yang menunjukkan siswa kurang mampu mengerjakan tes harian
Hasil evaluasi guru kelas, yang menunjukkan siswa kurang mampu berkosentrasi saat PMB
Hasil evaluasi guru kelas, yang menunjukkan siswa kurang mampu berkonsentrasi saat PMB
Hasil evaluasi guru kelas, yang menunjukkan siswa kurang mampu mengikuti PMB pada kelas besar

Waktu Pelaksanan
Program jam tambahan ini kan dilaksanakan setelah satu pekan setelah pertemuan dengan OTM peserta program jam tambahan.

Teknis PMB Progran Jam Tambahan
Pembahasan dalam program jam tambahan diantaranya mengulangan materi, penguatan konsep dasar, latihan soal, dan pembahasan kisi-kisi UASBN.

Evaluasi Program
Program jam tambahan ini akan dievalusi setiap bulan setelah program dilaksanakan
Untuk pelaksanaan berikutnya.

Keberhasilan Pendidikan Sekolah

suatu keberhasilan pendidikan biasanya selalu diukur secara angka misalnya nilai, jumlah, padahal ada hal yang paling mendasar apada proses keberhasilan pendidikan khususnya di sekolah formal.
ada tiga komponen keberhasilanan pendidikan di sekolah
  1. guru /Pendidik
  2. peserta didik
  3. orang tua murid


pertama guru sebagai pendidik, kedua siswa sebagai subjek PMB, dan yang ketiga orang tua , tiga komponen tersebut saling berkaitan. Guru merupakan orang yang paling berpotensi dalam mempengaruhi sifat dan karakter, bila dilihat dari jumlah jam pada sekolah yang menerapkan system full day guru dapat berinteraksi ± 7 jam perhari, kenyamanan guru tentunya sangat mempengaruhi interaksi dengan peserta didik tersebut. Orang tua merupakan orang dewasa yang sengaja menyekolahkan putra/putrinya tentunya dengan sebuah harapan besar agar anak mereka dapat tergali potensinya dan islami, karena mereka sadar bahwa dengan keterbatasan waktu dan kemampuan mereka harus memilih sekolah yang dapat menutupi itu semua. Sehingga dalam hal ini sekolah harus dapat menjadikan dirinya menjadi rumah yang nyaman bagi ketiga komponen tersebut. Guru merasa nyaman berada disekolah dengan segala rutinitasnya, sehingga bebas berekspresi untuk mengembangkan diri, siswa bersemangat dengan guru mereka yang selalu tampil sebagai motivator dalam hidupnya dan orang tua merasa puas dengan pelayanan sekolah sehingga orang tua dapat menjalin hubungan yang baik dan menjadi mitra guru ketika peserta didik kembali kerumahnya. Saya yakin dengan hal di atas sekolah akan lebih baik lagi dan akan lebih dipercaya oleh masyarakat/orang tua yang sedang mencari tempat yang tepat untuk putra/putrinya.

Thursday, October 16, 2008

Darul Abidin hidroponik

Hidropohik merupakan sistem penanaman tumbuhan dengan media kerja air. biasanya hidhroponik digunakan pada penamaman tumbuhan hortikultura atau sayuran. darbi hidroponik merupakan salah sau program yang telah dilaksanakan di darbi. tumbuhan yang telah berhasil dibudidayakan dengan sistem hidroponik di SDIT Darul Abidin Salah satunya adalah tumbuhan sawi, dan pada saat ini Darbi Hidroponik sedang membudidayakan tumbuhan cabe, bayam merah, seledri, dan kangkung.
beberapa keuntungan hidroponik selain sebagai penunjang bahan praktek siswa:
  1. nilai jual tinggi
  2. tidak memerlu lahan tanah
  3. tidak memerlukan tanah yang luas
  4. memberi nuansa hijau di lingkungan kita.

Saturday, June 28, 2008

NILAI UASBN SDIT DARUL ABIDIN DEPOK

Alhamdulillah setelah menunggu dan bertanya-tanya selalu nilai UASBN akhirnya keluar. tepat pada tanggal 20 Juni 2008 nilai UASBN sampai di SDIT Darul Abidin yang di bawa Kepala Sekolah Endah Tri Kusumawati M.Pd. pada tanggal 21 Juni 2008 nilai itupun diumumkan kepada seluruh siswa sekaligus orang tua dalam acara Wisuda Angkatan V. hasilnya adalah Siswa SDIT Darul Abidin 100 % lulus, dengan nilai rata-rata untuk pelajaran B.Indonesia 8.8, matematika 8,1 dan IPA 8,6. mungkin hasil ini sesuai dengan tema Wisuda " Membentuk Generasi Islami Dalam Mengisi 100 Tahun Kebangkitan Nasional" mudah-mudahan hasil yang tlah dicapai oleh SDIT Darul Abidin sebagai juara 2 tingkat kota Depok untuk Negeri dan Swasta dapat memri motivasi bagi adik-adik kelasnya di masa yang akan datang sehingga SDIT Darbi dapat lebih meningkatkan prestasinya baik tingkat kota dan propinsi. terima kasih buat anak-anaku kelas 6 angkatan V

Monday, June 2, 2008

(PTK)Kontribusi Metode pembelajaran Oleh Guru Terhadap Kegairahan Belajar Peserta didik dan Daya SErap Pelajaran

KONTRIBUSI METODE PEMBELAJARAN
OLEH GURU TERHADAP KEGAIRAHAN BELAJAR PESERTA DIDIK
DAN DAYA SERAP PELAJARAN


PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Oleh :
Joko Gumilang

















SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU
DARUL ABIDIN
DEPOK
2008
KATA PENGANTAR

Bismillahirohmanirrohim
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, atasrahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan penelitian tindakan kelas (PTK) ini.
(PTK) ini berjudul “Kontribusi Metode Pembelajaran Oleh Guru Terhadap Kegairahan Belajar Peserta Didik Dan Daya Serap Pelajaran” yang merupakan masalah dasar dalam proses belajar mengajar.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Istri tercinta dan Raya, atas waktu yang diberikan
2. Ibu Endah Tri Kusumawati, M.Pd, atas dukungannya
3. Teman-teman guru kelas,atas kerjasamanya
4. Teman-teman guru dan sivitas DARBI
5. Anak-anak ku di kelas 6, selaku sumber inspirasi
Penulis menyadari bahwa penelitian tindakan kelas ini masih jauh dari sempurna, namun penulis berharap (PTK) ini bermanfaat bagi yang memerlukan

PENDAHULUAN
Keberhasilan dari proses pembelajaran dipengaruhi oleh berbagai faktor yang merupakan komponen pembelajaran. Salah satu faktor dari komponen pembelajaran adalah faktor guru sebagai pembina peserta didik.salah satu keberhasilan dari pembelajaran, guru berupaya menciptakan suasana kegairahan belajar peserta didik,yang dapat ditimbulkan baik dalam situasi akademik dan non akademik.
LATAR BELAKANG
Seorang guru berperan sebagai pengelola proses belajar mengajar (PBM) bertindak selaku pasilitator yang berusaha menciptakan kondisi belajar yang efektif, mengembangkan materi pengajaran dengan baik, dan meningkatkan kemampuan peserta didik untuk merespon materi belajar dan memahami tujuan-tujuan pendidikan yang harus mereka capai. Dalam memenuhi harapan tersebut guru dituntut mampu mengelola PBM dengan baik dan maksimal yang dapat memberikan rangsangan kepada peserta didik sehingga peserta didik tertarik untuk belajar karena memang peserta didik merupakan subjek utama dalam belajar. Kondisi belajar efektif harus diciptakan , serta memiliki motivasi untuk belajar yang diwujudkan dalam bentuk adanya kegairahan belajar pada diri peserta didik. Akibat kurangnya kegairahan belajar pada peserta didik sehingga menimbulkan berbagai pertanyaan yang mengarah pada mengapa peserta didik kurang memiliki gairah belajar, apakah gurunya membosankan dalam menyampaikan materi, apakan sistem dan budaya di lingkungan sekolah yang terlalu longgar dalam menerapkan disiplin belajar atau apakan faktor ekternal yang mempengaruhi kegairahan belajar peserta didiknya.


IDENTIFIKASI MASALAH
1. Bagaimana proses belajar mengajar (PBM) terhadap peserta didik yang dilakukan guru dalam proses pembelajaran?
2. Bagaimana tingkat kegairahan belajar peserta didik?
3. Bagaimana kontribusi metode pengajaran oleh guru terhadap kegairahan belajar peserta didik?

TUJUAN PENELITIAN
1. Tingkat kegairahan belajar peserta didik
2. Kontribusi metode pengajaran oleh guru terhadap kegairahan belajar peserta didik.
KEGUNAAN PENELITIAN
1. Kontribusi bagi SDIT Darul Abidin Depok.
Hasil penelitian ini akan mengungkapkan bagaimana penilaian peserta didik terhadap metode mengajar yang dilakukan dalam upaya meningkatkan kegairahan belajar.
2. Kontribusi bagi para pengajar, secara teoritis dan praktis dapat mengembangkan ilmu pendidikan,serta dapat melakukan peninjauan, penelaahan dan evaluasi terhadap tindakan-tindakan pembelajaran yang harus dilakukan dalam upaya menciptakan kegairahan belajar
3. Kontribusi bagi diri peneliti khususnya.

METODE DAN SIFAT PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuesioner.
Sifat penelitian adalah kuantitatif dan kualitatif ,karena akan mengkorelasikan beberapa data penunjang, metode pengajaran dan kegairahan belajar peserta didik

HASIL DAN PEMBAHASAN
Pembelajaran akan lebih bermakna dimana guru mampu menciptakan kondisi belajar yang dapat membangun kreatifitas untuk menguasai ilmu pengetahuan. Berdasarkan uraian di atas kepercayaan akan kemampuan dan motivasi peserta didik merupakan hal yang paling dasar yang harus ditanamkan sebagai upaya untuk menciptakan semangat dan kegairahan belajar peserta didik.
Tabel 1 . Persentase Kegairahan Belajar Peserta didik di Rumah

Dari tabel 1 dapat dilihat bahwa hanya 45,4 % peserta didik yang sering belajar di rumah, sedangkan yang menyatakan tidak sering belajar di rumah sebesar 56,6 %, seharusnya untuk siswa kelas 6 SD hal tersebut tidak terjadi karena beban yang mereka hadapi lebih besar dari level-level kelas sebelumnya, mereka harus mendapatkan nilai yang baik yang notabene untuk jalan mereka menuju sekolah lanjutan yang mereka inginkan. Rendahnya kegairahan belajar di rumah berhubungan erat dengan tiga komponen yaitu, guru, bidang studi dan lingkungan. Interaksi yang tidak sehat dari 3 komponen tersebut dapt meneyebabkan rendahnya kegairahan belajar peserta didik di rumah. Guru merupakan komponen terpenting dalam proses PBM, guru harus mampu menjadi motivator peserta didik dan memberi rangsangan kepada peserta didik untuk tertarik belajar baik di sekolah itu sendiri atau pun di rumah. Rangsangan yang dapat dilakukan oleh guru untuk meningkatkan motivasi belajar, salah satunya dapat diwujudkan dari sikap saat guru mengajar, karena sikap saat guru mengajar terbukti sangat mempengaruhi pemahaman peserta didik terhadap mata pelajaran, hal ini dapat dilihat pada tabel 2.

Tabel 2. Sikap Guru yang Dapat Membantu Peserta Didik Memahami Pelajaran.
Dari tabel 2. dapat dilihat, bahwa sikap guru yang dapat membantu pemahaman peserta didik terhadap mata pelajaran sangat bervariasi, 15,9 % peserta didik memilih sikap guru yang tidak mudah marah. Hal ini dapat disebabkan karena dengan sikap tidak mudah marah akan tercipta iklim belajar yang santai, hangat, sehingga menimbulkan suasana hati yang tenang dan positif. Collin Rose (1999) dalam buku ” Kuasai Lebih Cepat” menyatakan bahwa suasana hati yang tenang dan positif merupakan kunci utama sebelum memulai belajar. Guru yang mudah marah akan menciptakan suasana pembelajaran yang tegang, sehingga membuat peserta didik dalam keadaan stress, jika peserta didik stress informasi tidak akan pernah mencapai otak, informasi akan tersaring (otak tiba-tiba terasa kosong) sehingga lebih sedikit informasi baru yang diterima oleh otak, dan belajarpun menjadi tidak efektif . dari tabel 2. juga dapat dilihat sikap pendidik yang paling dominan dipilih peserta didik adalah ramah, suka becanda, bisa diajak ngobrol tetapi serius (52,3 %). Sikap tersebut di atas dapat membantu pemahaman peserta didik terhadap mata pelajaran karena selain dengan sifat tersebut dapat menciptakan suasana hati yang tenang dan positif, juga dengan sikap ramah, suka becanda, bisa diajak ngobrol akan menyebabkan terbangunnya ikatan emosional antara guru dan peserta didik. Dengan adanya ikatan emosional, maka akan terbagun jembatan menuju kegairahan belajar serta, membuka jalan memasuki dunia baru peserta didik, memudahkan pengelolaan kelas dan memperpanjang waktu Fokus sekaligus meningkatkan kegembiraan. Seorang pendidik didalam melakukan pembelajaran akan mencapai hasil yang lebih tinggi jika mereka menyingkirkan segala ancaman dan selalu melibatkan emosi siswa dan membangun hubungan. Sikap suka becanda dari seorang guru dapat menghindarkan anak dari rasa bosan, karena rasa bosan akan menyebabkan peserta didik berontak dan berulah sehingga merusak suasana PBM dalam hal ini terganggunya konsentrasi belajar. Dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa sikap guru akan menentukan kegairahan belajar peserta didik yang secara otomatis meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap pelajaran yang sedang dipelajari sehingga membantu dalam peningkatan daya serap mata pelajaran Tabel 3. Guru Bidang Studi yang Paling Mudah Dipahami Saat mengajar

Bila dilihat dari tabel 3. guru bidang studi IPA mendapatkan hasil tertinggi sebesar 45.4 % dan bila dihubungkan dengan sikap mengajar pada tabel 4. guru bidang studi IPA yang paling dinilai sebagai guru yang menyenangkan (36,1 %), bisa bertukar pendapat (34,5 %), dan suka becanda (39,3 %). Hasil ini menunjukkan metode guru bidang studi IPA pada saat mengajar membantu peserta didik untuk mudah memahami pelajaran pada saat PBM.

Tabel 5. Mata Pelajaran yang Paling Mudah Dipahami
Dari tabel 5. dapat disimpulkan bahwa metode guru yang dapat membuat peserta didik menrasa nyaman dan menyenangkan akan meningkatkan pemahaman saat proses belajar berlangsung dan yang paling utama dapat meningkatkan pula daya serap pelajaran dalam hal ini sesuai dengan data daya serap pelajaran mata pelajaran pada tabel 6 dibawah ini.
Tabel 6. Daya Serap Mata Pelajaran

KESIMPULAN

Dari hasil PTK ini dapat disimpulkan :
1. Metode pengajaran guru berpengaruh kepada daya serap pelajaran
2. Metode atau sikap guru menyampaikan materi pembelajaran secara menyenangkan dapat meningkatkan daya serap pelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Rose, C. 2003. K-U-A-S-A-I Lebih Cepat. Penerbit. Kaifa
Sampurno, A. 2008. 7 Kebiasaan Guru
Supriyadi. 2005. Penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Universitas Negeri jakarta.
Sutikno,S. 2008. Peran Guru Dalam Membangkitkan Motivasi Belajar Siswa