suasana kerja pastinya kegiatan rutin yang mau-tidak mau harus kita lewati, tidak ada salahnya kita mencoba mngenal lebih keluarga dari rekan kerja kita, agar tercipta suasana saling mengenal dan terlepas dari kegitan yang mungkin membuat kita jenuh. dengan sedikit sentuhan dari kita akan keluarga rekan kerja kita mungkin akan meningkatkan semangat dari rekan-rekan kerja kita yang bukan saja menjalankan rutinitas. insyaAlloh.
Wednesday, April 4, 2012
menjalin ukhuwan menggapai efektifitas kerja
suasana kerja pastinya kegiatan rutin yang mau-tidak mau harus kita lewati, tidak ada salahnya kita mencoba mngenal lebih keluarga dari rekan kerja kita, agar tercipta suasana saling mengenal dan terlepas dari kegitan yang mungkin membuat kita jenuh. dengan sedikit sentuhan dari kita akan keluarga rekan kerja kita mungkin akan meningkatkan semangat dari rekan-rekan kerja kita yang bukan saja menjalankan rutinitas. insyaAlloh.
Wednesday, December 14, 2011
healty week

setelah melalui peroses evalusi pembelajaran (UAS), kami mencoba memberikan nuansa sehat dan kebersamaan kepada seluruh guru serta siswa dan siswi kami dalam kegitan healty week, dalam kegiatan ini dilaksanakan berbagai macam lomba tradisional, aerobik, fun bike, kerja bakti lingkungan sekolah, dan bazar makanan sehat yang digelar oleh komite sekolah , mudah-mudahan dengan kegiatan ini siswa-siswa dapat selalu menyeimbangkan olah pikir dan olah fisiknya.
Wednesday, December 16, 2009
ISLAMIC INTEGRATED JUNIOR HIGH SCHOOL OF DARUL ABIDIN IS APART OF GREEN SCHOOL IN DEPOK
ISLAMIC INTEGRATED JUNIOR HIGH SCHOOL OF DARUL ABIDIN
IS APART OF GREEN SCHOOL IN DEPOK
Junior high school of Darul Abidin try to make something different, which is the food rubbish from students wont to be changed become liquid manure. Under the lead of Mrs. Siti Maidona. S.Si, they are together colecting the rubbish of food and cath in the tube which had been desingned, simple but useful. And than liquid manure is used to hidrophonik plant horticulture that’s to supply water from our rest wudhu. Besides that we hope that it can give the new knowledge environment to students and also to create new atmosphere for school. Islamic integrated Junior high school of Darul Abidin with its green schooling program can give ist creative power to” the world which is fighting for its balance
Wednesday, December 9, 2009
Perkemahan Internasional "PRINT'09" MUSLEH MALAYSIA
Tuesday, October 13, 2009
Assalamualaikum, hai teman-teman semua ayo tebak gambar ini lokasinya di mana ya? pastinya kamu tau dong, ya ini adalah siswa/i SMP IT DARUL ABIDIN ketika lagi bersepeda di UI, jangan salah kegiatan ini klegiatan dari sekolah loh, sambil belajar sehat juga loh. penasarankan, dimana, gimana SMP IT DARUL ABIDIN.mau lihat langsung di komplek yayasan pendidikan Darul abidin, jl. Karet Hijau no.29 beji timur Depok
Monday, June 1, 2009
6 tahun yang lalu

Friday, February 27, 2009
Kekhawatiran Orang Tua Tak Menyurutkan Semangatku
Tuesday, February 17, 2009
Wednesday, December 3, 2008
IPA yang Menyenangkan
Friday, November 21, 2008
Loka Riset Ikan Hias Air Tawar Depok
Wednesday, November 19, 2008
Permainan Tradisional
Monday, November 17, 2008
KEPEMIMPINAN
- Vision &Mision
- leadership
- Team Work Building
- Diffusion of Innovation
- The Quality Of Learning Process
- A School Based Knowledge Management
- Building Truty & Making Effektive Comunication
- Total Quality Management
mudah-mudahan dengan adanya kaderisasi seperti ini dapat membuka wahana baru kepemimpinan yang lebih terbuka, berkualitas dan bertanggung jawab.
Foto. Endah Tri Kusumawati M.Pd. Kepala sekolah SDIT Darul Abidin Depok
Wednesday, November 5, 2008
JaM TaMbAhAn Di SDIT Darul Abidin Depok
- Bahasa Indonesia
- Matematika
- Ipa
- Sosial
Tujuan
- memberikan jam tambahan kepada siswa yang lebih membutuhkan
- mengembangkan kemampuan siswa dalam mengembangkan kemampuan diri
- mengembangkan kemandirian siswa
- mengembangkan kemampuan siswa dalam memenuhi standar kopetensi
- mempersiapkan siswa lebih sisp menghadapi ujian nasional
- memberikan yang terbaik bagi siswa dan sekolah untuk mendapatkan hasil yang optimal
Kriteria peserta program jam tambahan
Hasil evaluasi guru kelas, yang menunjukkan siswa kurang mampu memahami kosep dasar
Hasil evaluasi guru kelas, yang menunjukkan siswa kurang mampu memahami materi pembelajaran
Hasil evaluasi guru kelas, yang menunjukkan siswa kurang mampu mengerjalan soal-soal kompleks
Hasil evaluasi guru kelas, yang menunjukkan siswa tidak mampu mengerjakan soal-soal kompleks
Hasil evaluasi guru kelas, yang menunjukkan siswa kurang mampu mengerjakan tes harian
Hasil evaluasi guru kelas, yang menunjukkan siswa kurang mampu berkosentrasi saat PMB
Hasil evaluasi guru kelas, yang menunjukkan siswa kurang mampu berkonsentrasi saat PMB
Hasil evaluasi guru kelas, yang menunjukkan siswa kurang mampu mengikuti PMB pada kelas besar
Waktu Pelaksanan
Program jam tambahan ini kan dilaksanakan setelah satu pekan setelah pertemuan dengan OTM peserta program jam tambahan.
Teknis PMB Progran Jam Tambahan
Pembahasan dalam program jam tambahan diantaranya mengulangan materi, penguatan konsep dasar, latihan soal, dan pembahasan kisi-kisi UASBN.
Evaluasi Program
Program jam tambahan ini akan dievalusi setiap bulan setelah program dilaksanakan
Untuk pelaksanaan berikutnya.
Keberhasilan Pendidikan Sekolah
ada tiga komponen keberhasilanan pendidikan di sekolah
- guru /Pendidik
- peserta didik
- orang tua murid
pertama guru sebagai pendidik, kedua siswa sebagai subjek PMB, dan yang ketiga orang tua , tiga komponen tersebut saling berkaitan. Guru merupakan orang yang paling berpotensi dalam mempengaruhi sifat dan karakter, bila dilihat dari jumlah jam pada sekolah yang menerapkan system full day guru dapat berinteraksi ± 7 jam perhari, kenyamanan guru tentunya sangat mempengaruhi interaksi dengan peserta didik tersebut. Orang tua merupakan orang dewasa yang sengaja menyekolahkan putra/putrinya tentunya dengan sebuah harapan besar agar anak mereka dapat tergali potensinya dan islami, karena mereka sadar bahwa dengan keterbatasan waktu dan kemampuan mereka harus memilih sekolah yang dapat menutupi itu semua. Sehingga dalam hal ini sekolah harus dapat menjadikan dirinya menjadi rumah yang nyaman bagi ketiga komponen tersebut. Guru merasa nyaman berada disekolah dengan segala rutinitasnya, sehingga bebas berekspresi untuk mengembangkan diri, siswa bersemangat dengan guru mereka yang selalu tampil sebagai motivator dalam hidupnya dan orang tua merasa puas dengan pelayanan sekolah sehingga orang tua dapat menjalin hubungan yang baik dan menjadi mitra guru ketika peserta didik kembali kerumahnya. Saya yakin dengan hal di atas sekolah akan lebih baik lagi dan akan lebih dipercaya oleh masyarakat/orang tua yang sedang mencari tempat yang tepat untuk putra/putrinya.
Tuesday, October 21, 2008
Thursday, October 16, 2008
Darul Abidin hidroponik
beberapa keuntungan hidroponik selain sebagai penunjang bahan praktek siswa:
- nilai jual tinggi
- tidak memerlu lahan tanah
- tidak memerlukan tanah yang luas
- memberi nuansa hijau di lingkungan kita.
Saturday, June 28, 2008
NILAI UASBN SDIT DARUL ABIDIN DEPOK
Monday, June 2, 2008
(PTK)Kontribusi Metode pembelajaran Oleh Guru Terhadap Kegairahan Belajar Peserta didik dan Daya SErap Pelajaran
OLEH GURU TERHADAP KEGAIRAHAN BELAJAR PESERTA DIDIK
DAN DAYA SERAP PELAJARAN
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
Oleh :
Joko Gumilang
SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU
DARUL ABIDIN
DEPOK
2008
KATA PENGANTAR
Bismillahirohmanirrohim
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, atasrahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan penelitian tindakan kelas (PTK) ini.
(PTK) ini berjudul “Kontribusi Metode Pembelajaran Oleh Guru Terhadap Kegairahan Belajar Peserta Didik Dan Daya Serap Pelajaran” yang merupakan masalah dasar dalam proses belajar mengajar.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Istri tercinta dan Raya, atas waktu yang diberikan
2. Ibu Endah Tri Kusumawati, M.Pd, atas dukungannya
3. Teman-teman guru kelas,atas kerjasamanya
4. Teman-teman guru dan sivitas DARBI
5. Anak-anak ku di kelas 6, selaku sumber inspirasi
Penulis menyadari bahwa penelitian tindakan kelas ini masih jauh dari sempurna, namun penulis berharap (PTK) ini bermanfaat bagi yang memerlukan
PENDAHULUAN
Keberhasilan dari proses pembelajaran dipengaruhi oleh berbagai faktor yang merupakan komponen pembelajaran. Salah satu faktor dari komponen pembelajaran adalah faktor guru sebagai pembina peserta didik.salah satu keberhasilan dari pembelajaran, guru berupaya menciptakan suasana kegairahan belajar peserta didik,yang dapat ditimbulkan baik dalam situasi akademik dan non akademik.
LATAR BELAKANG
Seorang guru berperan sebagai pengelola proses belajar mengajar (PBM) bertindak selaku pasilitator yang berusaha menciptakan kondisi belajar yang efektif, mengembangkan materi pengajaran dengan baik, dan meningkatkan kemampuan peserta didik untuk merespon materi belajar dan memahami tujuan-tujuan pendidikan yang harus mereka capai. Dalam memenuhi harapan tersebut guru dituntut mampu mengelola PBM dengan baik dan maksimal yang dapat memberikan rangsangan kepada peserta didik sehingga peserta didik tertarik untuk belajar karena memang peserta didik merupakan subjek utama dalam belajar. Kondisi belajar efektif harus diciptakan , serta memiliki motivasi untuk belajar yang diwujudkan dalam bentuk adanya kegairahan belajar pada diri peserta didik. Akibat kurangnya kegairahan belajar pada peserta didik sehingga menimbulkan berbagai pertanyaan yang mengarah pada mengapa peserta didik kurang memiliki gairah belajar, apakah gurunya membosankan dalam menyampaikan materi, apakan sistem dan budaya di lingkungan sekolah yang terlalu longgar dalam menerapkan disiplin belajar atau apakan faktor ekternal yang mempengaruhi kegairahan belajar peserta didiknya.
IDENTIFIKASI MASALAH
1. Bagaimana proses belajar mengajar (PBM) terhadap peserta didik yang dilakukan guru dalam proses pembelajaran?
2. Bagaimana tingkat kegairahan belajar peserta didik?
3. Bagaimana kontribusi metode pengajaran oleh guru terhadap kegairahan belajar peserta didik?
TUJUAN PENELITIAN
1. Tingkat kegairahan belajar peserta didik
2. Kontribusi metode pengajaran oleh guru terhadap kegairahan belajar peserta didik.
KEGUNAAN PENELITIAN
1. Kontribusi bagi SDIT Darul Abidin Depok.
Hasil penelitian ini akan mengungkapkan bagaimana penilaian peserta didik terhadap metode mengajar yang dilakukan dalam upaya meningkatkan kegairahan belajar.
2. Kontribusi bagi para pengajar, secara teoritis dan praktis dapat mengembangkan ilmu pendidikan,serta dapat melakukan peninjauan, penelaahan dan evaluasi terhadap tindakan-tindakan pembelajaran yang harus dilakukan dalam upaya menciptakan kegairahan belajar
3. Kontribusi bagi diri peneliti khususnya.
METODE DAN SIFAT PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuesioner.
Sifat penelitian adalah kuantitatif dan kualitatif ,karena akan mengkorelasikan beberapa data penunjang, metode pengajaran dan kegairahan belajar peserta didik
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pembelajaran akan lebih bermakna dimana guru mampu menciptakan kondisi belajar yang dapat membangun kreatifitas untuk menguasai ilmu pengetahuan. Berdasarkan uraian di atas kepercayaan akan kemampuan dan motivasi peserta didik merupakan hal yang paling dasar yang harus ditanamkan sebagai upaya untuk menciptakan semangat dan kegairahan belajar peserta didik.
Tabel 1 . Persentase Kegairahan Belajar Peserta didik di Rumah
Dari tabel 1 dapat dilihat bahwa hanya 45,4 % peserta didik yang sering belajar di rumah, sedangkan yang menyatakan tidak sering belajar di rumah sebesar 56,6 %, seharusnya untuk siswa kelas 6 SD hal tersebut tidak terjadi karena beban yang mereka hadapi lebih besar dari level-level kelas sebelumnya, mereka harus mendapatkan nilai yang baik yang notabene untuk jalan mereka menuju sekolah lanjutan yang mereka inginkan. Rendahnya kegairahan belajar di rumah berhubungan erat dengan tiga komponen yaitu, guru, bidang studi dan lingkungan. Interaksi yang tidak sehat dari 3 komponen tersebut dapt meneyebabkan rendahnya kegairahan belajar peserta didik di rumah. Guru merupakan komponen terpenting dalam proses PBM, guru harus mampu menjadi motivator peserta didik dan memberi rangsangan kepada peserta didik untuk tertarik belajar baik di sekolah itu sendiri atau pun di rumah. Rangsangan yang dapat dilakukan oleh guru untuk meningkatkan motivasi belajar, salah satunya dapat diwujudkan dari sikap saat guru mengajar, karena sikap saat guru mengajar terbukti sangat mempengaruhi pemahaman peserta didik terhadap mata pelajaran, hal ini dapat dilihat pada tabel 2.
Tabel 2. Sikap Guru yang Dapat Membantu Peserta Didik Memahami Pelajaran.
Dari tabel 2. dapat dilihat, bahwa sikap guru yang dapat membantu pemahaman peserta didik terhadap mata pelajaran sangat bervariasi, 15,9 % peserta didik memilih sikap guru yang tidak mudah marah. Hal ini dapat disebabkan karena dengan sikap tidak mudah marah akan tercipta iklim belajar yang santai, hangat, sehingga menimbulkan suasana hati yang tenang dan positif. Collin Rose (1999) dalam buku ” Kuasai Lebih Cepat” menyatakan bahwa suasana hati yang tenang dan positif merupakan kunci utama sebelum memulai belajar. Guru yang mudah marah akan menciptakan suasana pembelajaran yang tegang, sehingga membuat peserta didik dalam keadaan stress, jika peserta didik stress informasi tidak akan pernah mencapai otak, informasi akan tersaring (otak tiba-tiba terasa kosong) sehingga lebih sedikit informasi baru yang diterima oleh otak, dan belajarpun menjadi tidak efektif . dari tabel 2. juga dapat dilihat sikap pendidik yang paling dominan dipilih peserta didik adalah ramah, suka becanda, bisa diajak ngobrol tetapi serius (52,3 %). Sikap tersebut di atas dapat membantu pemahaman peserta didik terhadap mata pelajaran karena selain dengan sifat tersebut dapat menciptakan suasana hati yang tenang dan positif, juga dengan sikap ramah, suka becanda, bisa diajak ngobrol akan menyebabkan terbangunnya ikatan emosional antara guru dan peserta didik. Dengan adanya ikatan emosional, maka akan terbagun jembatan menuju kegairahan belajar serta, membuka jalan memasuki dunia baru peserta didik, memudahkan pengelolaan kelas dan memperpanjang waktu Fokus sekaligus meningkatkan kegembiraan. Seorang pendidik didalam melakukan pembelajaran akan mencapai hasil yang lebih tinggi jika mereka menyingkirkan segala ancaman dan selalu melibatkan emosi siswa dan membangun hubungan. Sikap suka becanda dari seorang guru dapat menghindarkan anak dari rasa bosan, karena rasa bosan akan menyebabkan peserta didik berontak dan berulah sehingga merusak suasana PBM dalam hal ini terganggunya konsentrasi belajar. Dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa sikap guru akan menentukan kegairahan belajar peserta didik yang secara otomatis meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap pelajaran yang sedang dipelajari sehingga membantu dalam peningkatan daya serap mata pelajaran Tabel 3. Guru Bidang Studi yang Paling Mudah Dipahami Saat mengajar
Bila dilihat dari tabel 3. guru bidang studi IPA mendapatkan hasil tertinggi sebesar 45.4 % dan bila dihubungkan dengan sikap mengajar pada tabel 4. guru bidang studi IPA yang paling dinilai sebagai guru yang menyenangkan (36,1 %), bisa bertukar pendapat (34,5 %), dan suka becanda (39,3 %). Hasil ini menunjukkan metode guru bidang studi IPA pada saat mengajar membantu peserta didik untuk mudah memahami pelajaran pada saat PBM.
Tabel 5. Mata Pelajaran yang Paling Mudah Dipahami
Dari tabel 5. dapat disimpulkan bahwa metode guru yang dapat membuat peserta didik menrasa nyaman dan menyenangkan akan meningkatkan pemahaman saat proses belajar berlangsung dan yang paling utama dapat meningkatkan pula daya serap pelajaran dalam hal ini sesuai dengan data daya serap pelajaran mata pelajaran pada tabel 6 dibawah ini.
Tabel 6. Daya Serap Mata Pelajaran
KESIMPULAN
Dari hasil PTK ini dapat disimpulkan :
1. Metode pengajaran guru berpengaruh kepada daya serap pelajaran
2. Metode atau sikap guru menyampaikan materi pembelajaran secara menyenangkan dapat meningkatkan daya serap pelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Rose, C. 2003. K-U-A-S-A-I Lebih Cepat. Penerbit. Kaifa
Sampurno, A. 2008. 7 Kebiasaan Guru
Supriyadi. 2005. Penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Universitas Negeri jakarta.
Sutikno,S. 2008. Peran Guru Dalam Membangkitkan Motivasi Belajar Siswa
